Ratusan Pencari Kerja di Timika Diduga Ditipu, APELCAMI: Jangan Biarkan Mafia Lowongan Kerja Berkeliaran!
Ratusan Pencari Kerja di Timika Diduga Ditipu, APELCAMI: Jangan Biarkan Mafia Lowongan Kerja Berkeliaran!
Timika Kabarsulselindonesia.web.id – Harapan ratusan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di Kabupaten Mimika diduga berubah menjadi mimpi buruk. Mereka mengaku kehilangan uang jutaan rupiah setelah dijanjikan masuk bekerja di sejumlah perusahaan, namun pekerjaan yang dijanjikan tak pernah menjadi kenyataan.
Kasus yang diduga melibatkan praktik percaloan dan penipuan berkedok penerimaan tenaga kerja ini kini menjadi sorotan serius. APELCAMI menilai tindakan para oknum yang diduga memanfaatkan tingginya angka pencari kerja merupakan perbuatan yang sangat merugikan masyarakat kecil yang datang ke Timika dengan harapan memperbaiki nasib.
Koordinator Humas APELCAMI, Gelfin Kafiar, menyampaikan keprihatinan mendalam atas banyaknya korban yang telah menyerahkan uang demi mendapatkan janji pekerjaan.19/06/2026
“Korban diminta membayar sejumlah uang dengan iming-iming bisa diterima bekerja. Namun setelah uang diberikan, pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah ada. Ini bukan sekadar merugikan secara materi, tetapi juga menghancurkan harapan masyarakat,” tegasnya.
Lebih memprihatinkan lagi, korban tidak hanya berasal dari Timika, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Jayapura dan Biak. Ada yang menjual barang, mengeluarkan biaya perjalanan, membayar tempat tinggal, hingga menyerahkan uang mulai dari Rp500 ribu sampai lebih dari Rp8 juta demi mengejar kesempatan kerja yang ternyata diduga fiktif.
APELCAMI juga mengungkap dugaan pencatutan nama sejumlah perusahaan dan kontraktor sebagai alat untuk meyakinkan korban. Setelah dilakukan pengecekan, perusahaan yang disebut-sebut dikabarkan tidak pernah membuka rekrutmen sebagaimana yang dijanjikan kepada para pencari kerja.
Hingga saat ini, sekitar 170 korban telah terdata, sementara jumlah keseluruhan yang diduga terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 200 orang. Angka ini menjadi alarm serius bagi aparat penegak hukum agar tidak membiarkan praktik seperti ini terus memakan korban baru.
APELCAMI mendesak Polres Mimika untuk bergerak cepat, mengungkap jaringan pelaku, serta menindak tegas pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Jangan sampai ada pembiaran. Masyarakat sudah cukup menderita karena kehilangan uang dan harapan. Aparat harus hadir untuk memastikan ada keadilan dan kepastian hukum bagi para korban,” ujar Gelfin.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi sistem perekrutan tenaga kerja di Mimika. Transparansi, pengawasan, dan penindakan terhadap praktik percaloan harus diperkuat agar pencari kerja tidak terus menjadi ladang empuk bagi oknum yang mencari keuntungan dengan cara melanggar hukum.
Penulis: Gunawan
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook