Revitalisasi Satuan Pendidikan SMPN 01 Sungai Laur Tahun 2026 Diduga Tak Sesuai Gambar Kerja (Bestek)
KETAPANG, kabar Sulsel Indonesia.web.id. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMPN 01 desa riyam Bunut kecamatan Sungai Laur kabupaten Ketapang provinsi Kalimantan barat yang menggunakan dana APBN Tahun 2026 sebesar Rp. 1.674.405.000,-* diduga dikerjakan tidak sesuai gambar kerja (Bestek) dan petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan.
Hasil investigasi LSM Tindak Indonesia di lapangan menemukan dugaan penyimpangan material yang sangat fatal dan merugikan kualitas bangunan sekolah.
Material besi dalam gambar kerja tertulis besi *8 Mili*, namun yang terpasang besi *5 mili*. Fakta ini terungkap saat berkoordinasi dengan tukang di lapangan.
"Mereka menjelaskan besi yang digunakan besi 6 banci dengan jarak besi ke besi 25 cm sampai 30 cm," ujar Supriadi LSM Tindak Indonesia sambil menunjukkan video kepada awak media.
Tukang lainnya juga menjelaskan ada beberapa ukuran besi yang digunakan, ada besi 8 Mili, namun hanya sedikit, yang banyak besi 6 yang digunakan.
"Yang banyak besi 6 yang digunakan," jelas LSM Tindak sambil menunjukkan video kepada awak media.
*Temuan Lain: Porselen dan Kayu Diduga Tidak Sesuai Juknis*
Temuan lainnya, material porselen yang digunakan, kualitas porselen sangat kurang baik. Dan kayu yang digunakan kayu kelas II ukuran *4X6*, sementara kegiatan yang sama di sekolah yang lain kayu yang digunakan kayu kelas II ukuran *5X7*.
"Patut diduga kayu dan porselen tidak sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan, atau diduga gambar kerja tersebut ada indikasi dirubah untuk mengelabui tukang atau pihak lainnya," tegas Supriadi LSM Tindak.
*Dinas Pendidikan Lempar Tanggung Jawab, Pelaksana Sekolah Bungkam*
Terkait temuan ini, LSM Tindak Indonesia mengaku sudah berkoordinasi dengan *Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Pak Darma*.
"Beliau menjelaskan lebih baik berkoordinasi dengan *Kabid SMP Pak Toyip*, namun Pak Toyip masih sibuk sehingga tidak bisa bertemu," ungkap Supriadi.
Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi awak media yang tergabung dalam kepada Pelaksana dari Pihak Sekolah *YETNO*, tidak memberikan tanggapan sama sekali.
Sikap bungkamnya pelaksana dari pihak sekolah ini menambah kuat dugaan adanya penyimpangan dalam Program Revitalisasi SMPN 01 Sungai Laur yang menggunakan uang negara miliaran rupiah tersebut.
Penulis: sukardi




























Komentar via Facebook