Menanam Masa Depan Pala dari Ruang Kelas: Dinas Perkebunan Fakfak Siapkan Generasi Pewaris Pala Tomandin

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Menanam Masa Depan Pala dari Ruang Kelas: Dinas Perkebunan Fakfak Siapkan Generasi Pewaris Pala Tomandin

Bimtek bagi pelajar SMA menjadi investasi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk melahirkan generasi muda yang mencintai, melestarikan, dan mengembangkan Pala Tomandin sebagai identitas daerah sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.

 

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Masa depan sebuah daerah tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui cara menyiapkan generasi penerusnya. Keyakinan itulah yang kini diwujudkan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anak Milenial Usia Sekolah Pala Tomandin Fakfak, sebuah program pendidikan yang menghubungkan dunia sekolah dengan masa depan komoditas unggulan daerah.

Di tengah berbagai tantangan regenerasi sektor pertanian dan perkebunan, langkah ini menjadi pendekatan yang berbeda. Pemerintah tidak menunggu generasi muda tumbuh untuk kemudian diperkenalkan kepada pala, melainkan mulai menanamkan kecintaan, pengetahuan, dan rasa memiliki sejak mereka masih duduk di bangku sekolah.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Pala Unggul Fakfak, kebijakan prioritas Pemerintah Kabupaten Fakfak yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan mutu Pala Tomandin Fakfak, memperkuat kelembagaan petani, mendorong hilirisasi produk, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu melanjutkan pembangunan perkebunan secara berkelanjutan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak, keberhasilan pembangunan sektor pala tidak cukup diukur dari luas kebun atau tingginya produksi. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika lahir generasi muda yang mengenal sejarahnya, memahami nilai ekonominya, mencintai warisan budayanya, dan memiliki kemampuan mengembangkannya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Penyerahan Pupuk Cair Oleh Dinas Perkebunan Fakfak Kepada Pihak Sekolah | Foto Istimewah KabarsulselIndonesia

Pelaksanaan bimtek dilakukan secara bertahap dengan melibatkan empat sekolah menengah atas, yakni SMA Negeri 2 Fakfak, SMA Don Bosco Fakfak, Magefa Fakfak, dan SMK Negeri Werba Fakfak. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diperkenalkan pada perjalanan panjang Pala Tomandin Fakfak, mulai dari sejarahnya sebagai komoditas rempah yang menghubungkan Fakfak dengan perdagangan dunia hingga perannya sebagai identitas budaya masyarakat Papua Barat.

Namun pembelajaran tidak berhenti pada cerita sejarah. Para peserta mendapatkan materi yang komprehensif mengenai teknik pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga perlindungan tanaman melalui pengenalan berbagai hama dan penyakit beserta metode pengendaliannya yang ramah lingkungan.

Generasi muda juga diperkenalkan pada pentingnya hilirisasi sebagai kunci peningkatan nilai tambah pala. Mereka diajak memahami bahwa pala bukan sekadar hasil panen yang dijual dalam bentuk bahan baku, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi seperti minyak atsiri, sirup pala, manisan, minuman herbal, kosmetik, hingga produk kesehatan.

Melalui materi tersebut, pemerintah ingin membangun cara pandang baru bahwa sektor perkebunan tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional, melainkan ruang inovasi yang mampu melahirkan wirausaha muda berbasis potensi lokal.

Keunggulan utama bimtek ini terletak pada pendekatan learning by doing. Setelah memperoleh teori di ruang kelas, para siswa langsung mempraktikkan penanaman bibit Pala Tomandin hasil grafting (sambung pucuk) di lingkungan sekolah masing-masing.

Praktik tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Bibit yang ditanam diharapkan tumbuh menjadi laboratorium hidup yang memungkinkan siswa belajar secara berkelanjutan mengenai teknik budidaya, pemeliharaan, hingga perkembangan tanaman pala. Sekolah pun didorong menjadi ruang belajar yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan potensi daerah.

Dalam sesi praktik, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan Pupuk Hayati TOP, inovasi karya lokal Papua Barat yang berfungsi memperkaya unsur hara tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara sehat dan berkelanjutan.

Usai menyampaikan Materi Bimtek, Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T bersama bersama Para Kabid dan Staf Berpose bersama para siswa-siswi SMA yang merupakan peserta Bimtek | Foto Istimewah KabarsulselIndonesia 

Pengenalan teknologi lokal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kebanggaan generasi muda terhadap inovasi yang lahir dari daerahnya sendiri.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, menegaskan bahwa Bimtek Anak Milenial Usia Sekolah merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan keberlanjutan pembangunan sektor perkebunan di Kabupaten Fakfak.

"Bimtek ini merupakan bagian dari Program Strategis Pala Unggul Fakfak yang kami laksanakan secara berkelanjutan. Kami meyakini bahwa keberhasilan pembangunan perkebunan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan jumlah produksi, tetapi juga oleh kualitas generasi penerus yang memahami budidaya, perlindungan tanaman, hilirisasi, serta memiliki rasa bangga terhadap Pala Tomandin Fakfak. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan hari ini adalah membangun pengetahuan dan karakter generasi muda," ujarnya.

Menurut Widhi, Pala Tomandin Fakfak merupakan lebih dari sekadar komoditas perkebunan. Di balik setiap pohonnya tersimpan sejarah panjang, identitas budaya, serta sumber penghidupan ribuan keluarga di Kabupaten Fakfak.

Karena itu, kecintaan terhadap pala harus ditanamkan sejak dini melalui metode pembelajaran yang menarik, aplikatif, dan memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi mengalami sendiri bagaimana menanam, merawat, melindungi tanaman, hingga mengenal potensi hilirisasi dan nilai ekonominya. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai produk lokal, peduli terhadap lingkungan, sekaligus mampu menjadi petani modern, pelaku usaha, inovator, maupun duta Pala Tomandin Fakfak di masa depan."

Lebih dari sekadar pelatihan, Bimtek Anak Milenial Usia Sekolah merupakan ikhtiar menanam harapan. Harapan agar di masa depan lahir generasi muda Fakfak yang tidak tercerabut dari akar budayanya, tetapi mampu mengembangkan warisan leluhur dengan sentuhan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak tengah membangun fondasi yang kokoh bagi keberlanjutan sektor perkebunan. Sebab, pohon pala yang ditanam hari ini bukan hanya akan menghasilkan buah pada tahun-tahun mendatang, tetapi juga diharapkan melahirkan generasi yang mampu menjaga kejayaan Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan berdaya saing tinggi, bernilai tambah, ramah lingkungan, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Fakfak di tingkat nasional maupun internasional.

 

Writter & Editor : Den