BUPATI MALUKU TENGGARA SAMPAIKAN SAMBUTAN GUBERNUR MALUKU DI SIDANG MPP XXXVII GPM, PERKUAT SINERGI GEREJA DAN PEMERINTAH
BUPATI MALUKU TENGGARA SAMPAIKAN SAMBUTAN GUBERNUR MALUKU DI SIDANG MPP XXXVII GPM, PERKUAT SINERGI GEREJA DAN PEMERINTAH
OHOIRA, MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id — Bupati Maluku Tenggara menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Sidang Majelis Pekerja Pusat (MPP) ke-37 Gereja Protestan Maluku (GPM) yang berlangsung di Gereja Ohoira, Klasis Pulau-Pulau Kei Kecil, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara.18/10/26
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Maluku Tenggara juga membacakan sambutan Gubernur Maluku berdasarkan mandat yang disampaikan melalui telegram Gubernur. Pembacaan sambutan ini menjadi bagian dari rangkaian pembukaan sidang yang mempertemukan para pelayan gereja dan perwakilan wilayah pelayanan GPM dari berbagai daerah.
Kehadiran pemerintah daerah dalam momentum tersebut mencerminkan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antara pemerintah dan lembaga keagamaan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan bergereja, tetapi juga mendorong terciptanya kerukunan, solidaritas sosial, serta kesejahteraan masyarakat.
Sidang MPP ke-37 GPM dihadiri oleh perwakilan dari 34 klasis dan 34 daerah di lingkungan pelayanan GPM, yang mencakup wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Kehadiran para peserta dari berbagai wilayah tersebut menjadikan sidang ini sebagai forum strategis untuk memperkuat persekutuan, mengevaluasi pelayanan, serta merumuskan arah dan kebijakan pelayanan gereja ke depan.
Momentum Konsolidasi Pelayanan dan Kerukunan
Sidang MPP ke-37 GPM diharapkan menjadi ruang konsolidasi yang menghasilkan gagasan dan keputusan strategis bagi penguatan pelayanan gereja di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, forum ini diharapkan mampu mempertegas peran gereja dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta berkontribusi terhadap pembangunan sosial di Maluku dan Maluku Utara.
Di sisi lain, sinergi antara gereja dan pemerintah perlu terus diwujudkan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dialog, kepedulian sosial, pendidikan karakter, dan pemeliharaan kerukunan menjadi bagian penting dalam membangun daerah yang damai, harmonis, dan sejahtera.
Dengan terselenggaranya Sidang MPP ke-37 GPM di Ohoira, masyarakat berharap forum tersebut tidak berhenti pada seremoni pembukaan, tetapi mampu melahirkan keputusan yang berdampak nyata bagi kehidupan jemaat dan masyarakat luas.
Sidang ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama bahwa gereja dan pemerintah, sesuai tugas serta kewenangan masing-masing, dapat berjalan berdampingan dalam mendorong kemajuan daerah dan menjaga keutuhan persaudaraan di tengah keberagaman.
Editor: Bruce Elang




























Komentar via Facebook