Ketua KPK Mimika: Edoardus Rahawadan Usul Tongkat Komando Diserahkan kepada Wakil Bupati: Jangan Biarkan Mimika Semakin Hancur
Ketua KPK Mimika: Edoardus Rahawadan Usul Tongkat Komando Diserahkan kepada Wakil Bupati: Jangan Biarkan Mimika Semakin Hancur
MIMIKA, Kabarsulselindonesia.web.id Ketua Pemuda Kei (KPK) Mimika, Edoardus Rahawadan, menyatakan bahwa apabila gaya kepemimpinan Bupati Mimika yang dinilainya sarat emosi dan ancaman terus dipertahankan, maka sudah sepatutnya dipertimbangkan adanya perubahan kepemimpinan demi menyelamatkan masa depan daerah.
Menurut Edoardus, jabatan kepala daerah seharusnya digunakan untuk merangkul dan menyelesaikan persoalan masyarakat, bukan justru mempertontonkan kemarahan yang dapat memicu kegelisahan di tengah publik. Karena itu, ia menilai Bupati Mimika sebaiknya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri apabila tidak lagi mampu menjalankan kepemimpinan yang menyejukkan dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
"Kalau pola kepemimpinan yang ditampilkan hanya diwarnai ancaman dan emosi, maka lebih baik mundur daripada membiarkan Mimika semakin hancur. Daerah ini membutuhkan pemimpin yang mampu merangkul masyarakat, bukan yang justru menciptakan kegaduhan," ujar Edoardus, Kamis (11/6/2026).
Ia juga mengusulkan agar tongkat komando pemerintahan diberikan kepada Wakil Bupati sebagai putra daerah yang dinilai lebih memahami karakter masyarakat, adat istiadat, serta dinamika sosial yang hidup di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, selama ini posisi Wakil Bupati kerap dipandang hanya sebagai pelengkap dalam pemerintahan dan lebih banyak menjalankan tugas-tugas seremonial yang tidak terlalu strategis.
"Jangan jadikan Wakil Bupati hanya sebagai pelengkap atau petugas seremoni yang tugasnya sebatas membuka acara, memotong pita peresmian, atau memimpin rapat-rapat rutin. Berikan ruang dan tanggung jawab yang lebih besar agar beliau semakin matang dalam memimpin dan menghadapi tantangan pemerintahan ke depan," katanya.
Edoardus menilai, sebagai anak daerah, Wakil Bupati memiliki keunggulan dalam memahami karakter masyarakat Mimika serta berbagai persoalan yang dihadapi warga, baik di wilayah perkotaan maupun pedalaman.
Ia menegaskan bahwa usulan tersebut bukan dimaksudkan untuk menciptakan konflik politik, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Mimika yang membutuhkan kepemimpinan yang lebih bijaksana, tenang, dan mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat.
"Mimika membutuhkan sosok pemimpin yang hadir dengan keteladanan dan kebijaksanaan. Jabatan bukan tempat untuk mempertontonkan emosi atau kekuasaan, tetapi amanah yang harus dijalankan demi kepentingan rakyat. Jangan sampai rakyat menjadi korban dari gaya kepemimpinan yang justru memperdalam perpecahan dan membuat daerah ini semakin terpuruk," tegasnya.
Ketua Pemuda Kei Mimika itu berharap seluruh penyelenggara pemerintahan dapat lebih mengutamakan kepentingan masyarakat serta menjaga stabilitas daerah melalui kepemimpinan yang mengedepankan dialog, kedewasaan, dan semangat melayani rakyat..
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook