Lomba Goyang Meti Kei 2026 Dibuka di Langgur, 41 Siswa SD Ikuti Ajang Kreativitas Seni
LANGGUR, Kabarsulselindonesia.web.id — Lomba Goyang Meti Kei tingkat Sekolah Dasar (SD) resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, di Taman Landmark Larvul Ngabal, Kota Langgur, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 yang menghadirkan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan menampilkan bakat seni.
Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tenggara, Nana Wulandari, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, panitia penyelenggara, dewan juri, serta para peserta.
Dalam sambutannya, Bin Raudha menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dan tenaga pendidik dalam menyediakan ruang bagi anak-anak untuk mengenali serta mengembangkan potensi diri. Menurutnya, kegiatan seni dapat menjadi sarana pembelajaran yang membantu peserta didik membangun kepercayaan diri, keberanian, dan kemampuan berekspresi.
Ia juga mengapresiasi panitia dan Dinas Pariwisata yang telah melibatkan tenaga pendidik serta peserta didik dalam rangkaian festival.
Menurutnya, keberadaan Taman Landmark Larvul Ngabal sebagai ruang kegiatan publik dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas positif generasi muda, termasuk kegiatan seni dan kebudayaan.
Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bin Raudha secara resmi membuka Lomba Goyang Meti Kei 2026.
41 Siswa SD Ikuti Perlombaan Hari Pertama
Pada pelaksanaan hari pertama, sebanyak 41 peserta tingkat SD mengikuti Lomba Goyang Meti Kei. Mereka memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan kemampuan tampil di hadapan dewan juri.
Sebelum perlombaan dimulai, panitia memperkenalkan tiga anggota dewan juri, yakni Kak Joe, Kak Andre, dan Kak Calvin, yang akan bertugas selama rangkaian kegiatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Panitia juga memastikan kesiapan peserta dan operator agar pelaksanaan perlombaan dapat berjalan tertib dan lancar.
Rangkaian lomba dijadwalkan berlanjut pada Rabu (21/10/2026), dengan kategori tingkat SMP yang diikuti 32 peserta dan kategori umum sebanyak 21 peserta.
Keterlibatan peserta dari berbagai kelompok usia diharapkan memperluas kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan seni sekaligus mendukung penyelenggaraan Festival Pesona Meti Kei 2026.
Kreativitas Anak dalam Perspektif Pendidikan
Kegiatan seni di lingkungan pendidikan dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran yang mendorong kreativitas, kerja sama, kedisiplinan, dan rasa percaya diri peserta didik.
Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik, termasuk agar menjadi manusia yang kreatif dan mandiri. Sementara itu, Pasal 4 ayat (4) menekankan penyelenggaraan pendidikan yang mengembangkan kreativitas peserta didik.
Landasan hukum tersebut menegaskan pentingnya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan sesuai potensi mereka. Dalam pelaksanaannya, kegiatan harus tetap memperhatikan keselamatan, kenyamanan, usia, serta kepentingan terbaik anak.
Selain aspek pendidikan, kegiatan ini juga berkaitan dengan upaya pemajuan kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Regulasi tersebut memberikan landasan bagi pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan, termasuk seni sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan.
Dengan demikian, kegiatan seni dalam rangka festival dapat menjadi sarana untuk mempertemukan pendidikan, kreativitas generasi muda, dan pengenalan kebudayaan daerah.
Festival sebagai Ruang Partisipasi dan Pelestarian Budaya
Festival Pesona Meti Kei merupakan salah satu kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara. Melalui kegiatan seperti Lomba Goyang Meti Kei, generasi muda memperoleh ruang untuk berekspresi sekaligus berpartisipasi dalam agenda kebudayaan daerah.
Agar manfaatnya berkelanjutan, kegiatan festival perlu didukung pembinaan seni di sekolah, komunitas budaya, dan lingkungan masyarakat. Evaluasi penyelenggaraan juga penting untuk mengetahui pengalaman peserta serta peluang perbaikan pada kegiatan berikutnya.
Keberhasilan lomba tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara atau hasil penilaian dewan juri, tetapi juga oleh kesempatan yang diberikan kepada anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri.
Melalui rangkaian Festival Pesona Meti Kei 2026, diharapkan tumbuh partisipasi yang lebih luas dari sekolah, keluarga, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung kreativitas anak sekaligus menjaga keberlanjutan kebudayaan lokal.
Editor: Bruce Elang




























Komentar via Facebook