Garbha Presisi Menggebrak Osaka: Taekwondo Polri Juara Umum Dunia

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 27 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Garbha Presisi Menggebrak Osaka: Taekwondo Polri Juara Umum Dunia

Osaka, Kabarsulsel-Indonesia.web.id | Di lantai pertandingan Ohama Arena Sakai, pekik semangat itu berulang kali menggema. Bendera Merah Putih berkibar, bukan sekali dua kali, melainkan berkali-kali. Di arena inilah Tim Taekwondo Garbha Presisi Polri menorehkan sejarah: juara umum dalam ajang The 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026, Minggu, 27 April 2026.

Prestasi itu bukan kebetulan. Ia lahir dari sistem, disiplin, dan pembinaan yang terarah.

Sejak diresmikannya Komite Olahraga Polri (KOP) pada Mei 2024 oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., pembinaan atlet di tubuh Bhayangkara memasuki babak baru.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyebut pembentukan KOP sebagai ikhtiar institusional: memastikan bakat tidak terabaikan, prestasi tidak berjalan sendiri.

“Pembentukan Komite Olahraga Polri sejak 2024 sebagai wadah dan sistem guna memastikan pembinaan dan penjaminan hak-hak atlet Polri yang berprestasi,” ujarnya.

Tim Polri Usai Menyabet Juara Umum | Foto Istimewah KSI

Hasilnya kini terukur. Kontingen Polri yang diperkuat 15 atlet tampil dominan selama dua hari pertandingan. Mereka mengumpulkan 21 medali: 14 emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Perolehan itu menempatkan Garbha Presisi di puncak klasemen akhir, mengungguli peserta dari berbagai negara.

Di nomor poomsae, presisi gerak menjadi kunci. Bripda Rizky Irma Suryani dan Bripda M. Rizky Prasetya menyabet emas di kategori individu. Brigadir Ihya Ainizahra dan Bripda Gabriel Simorangkir mempertegas dominasi di nomor serupa.

Pada kategori pair dan beregu, kekompakan menjadi daya ledak: emas kembali diraih lewat kombinasi teknik dan sinkronisasi yang nyaris tanpa cela.

Di nomor kyorugi prestasi pertarungan sesungguhnya ketangguhan mental diuji. Dari kelas U-49 hingga U-87, atlet-atlet Polri menunjukkan agresivitas terukur dan strategi matang. Bripda Dinda Putri Lestari, Bripda Nyoman Aing Keysa Nanda, hingga Bripda Adrian Kaiser Hakiki tampil percaya diri. Serangan cepat, pertahanan disiplin, dan pembacaan ritme lawan menjadi penentu.

Dominasi itu bukan hanya soal angka. Ia tentang konsistensi. Sejak hari pertama, para atlet Garbha Presisi tampil stabil. Tidak ada kemenangan yang diraih dengan mudah; setiap medali lahir dari latihan panjang, disiplin keras, dan pembinaan berjenjang.

Official tim, M. Rustam Febrianzah, S.H., S.I.K., menyebut kemenangan ini sebagai buah dari kerja kolektif.

“Ini hasil dari kerja keras atlet dan pelatih yang mempersiapkan diri secara matang, baik teknik, fisik, maupun mental,” ujarnya.

Di balik podium dan kilau medali, ada pesan yang lebih luas. Olahraga, bagi Polri, bukan sekadar aktivitas sampingan. Ia menjadi instrumen pembentukan karakter: disiplin, sportivitas, dan daya juang. KOP dirancang bukan hanya untuk mengejar podium, tetapi membangun ekosistem prestasi.

Keberhasilan di Osaka menjadi legitimasi atas arah kebijakan itu. Dukungan pimpinan institusi disebut menjadi energi moral yang memperkuat kepercayaan diri para atlet. Ruang yang dibuka lebar bagi personel berprestasi kini berbuah konkret di panggung internasional.

Bagi Indonesia, capaian ini menambah daftar kebanggaan di cabang taekwondo dunia. Garbha Presisi bukan sekadar nama tim; ia simbol transformasi bahwa dengan sistem yang rapi dan komitmen yang konsisten, institusi penegak hukum pun mampu bersinar di gelanggang olahraga global.

Di Osaka, sejarah kecil itu tercipta. Dan dari sana, pesan besar dipancarkan: prestasi adalah hasil dari visi yang dijaga, disiplin yang ditegakkan, dan semangat yang tak pernah padam.

Berprestasi di dunia, mengharumkan nama Indonesia.