Ulwan Talaohu, Putra Maluku yang Layak Pimpin BPJN: LKI Tegaskan Ini Impian Masyarakat Maluku
Ambon,Kabarsulsel-lndonesia.web.id. Penunjukan Muhammad Ulwan Talaohu, S.T., M.T. sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku mendapat perhatian dan respons positif dari kalangan masyarakat sipil di Maluku.
Lembaga Kajian Independen (LKI) Provinsi Maluku menilai kehadiran Ulwan Talaohu sebagai putra daerah yang dipercaya menduduki posisi strategis di lingkungan BPJN Maluku merupakan momentum penting untuk memperkuat peran sumber daya manusia asal Maluku dalam pembangunan infrastruktur di daerah.
Direktur LKI Maluku, Usman Warang, yang ditemui wartawan di Kafe Exleco Jln AM Sangadji Rabu (2/9/2026) menegaskan bahwa, penempatan putra daerah pada posisi strategis bukan semata-mata persoalan identitas kedaerahan. Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah kemampuan, pengalaman, integritas, profesionalisme, serta pemahaman terhadap karakter geografis dan kebutuhan pembangunan infrastruktur Maluku.
Bagi LKI, posisi Kepala BPJN Maluku memiliki arti strategis karena lembaga tersebut berhadapan langsung dengan berbagai persoalan pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi konektivitas antarkawasan di provinsi kepulauan.
“Ulwan Talaohu merupakan putra Maluku yang memiliki kompetensi dan pengalaman. Karena itu, kami melihat kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai sebuah langkah positif sekaligus harapan baru bagi masyarakat Maluku,” tegas Usman.
Alumni HmI cabang Ambon ini menilai, kesempatan bagi putra daerah untuk mengemban amanah pada jabatan strategis pemerintahan pusat di daerah harus dibuka seluas-luasnya sepanjang memenuhi standar kompetensi dan profesionalitas.
Menurutnya, pembangunan Maluku membutuhkan figur yang tidak hanya memahami aspek teknis pekerjaan, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap kondisi sosial, geografis, dan tantangan konektivitas wilayah kepulauan.
Maluku memiliki karakteristik wilayah yang berbeda dengan daerah daratan. Jarak antarpulau, kondisi geografis, keterbatasan akses transportasi, cuaca, serta kebutuhan konektivitas masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Karena itu, menurut LKI, pemimpin BPJN Maluku harus mampu menerjemahkan kebutuhan pembangunan nasional ke dalam program yang benar-benar menjawab persoalan masyarakat di daerah.
“Jangan melihat Maluku hanya dari angka-angka proyek. Harus melihat kondisi masyarakat dan kebutuhan konektivitas antardaerah. Jalan dan jembatan bukan hanya bangunan fisik, tetapi bagian penting dari pergerakan ekonomi masyarakat,” ujar Usman.
Momentum Membuktikan Kapasitas
LKI juga menilai penunjukan Ulwan Talaohu sebagai Plt Kepala BPJN Maluku harus menjadi momentum untuk membuktikan bahwa putra daerah mampu mengemban tanggung jawab besar secara profesional.
Warang juga menegaskan, pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada kualitas dan manfaat jangka panjang.
LKI meminta setiap pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan di Maluku tidak berhenti pada aspek penyerapan anggaran maupun penyelesaian proyek secara administratif. Kualitas pekerjaan dan manfaat bagi masyarakat harus menjadi ukuran utama keberhasilan.
“Yang masyarakat butuhkan bukan hanya proyek yang selesai di atas kertas. Masyarakat membutuhkan jalan yang benar-benar bisa digunakan, jembatan yang aman, berkualitas dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Karena itu, LKI mendorong agar pengawasan terhadap pekerjaan konstruksi dilakukan secara serius dan terbuka. Pengawasan bukan dimaksudkan untuk menghambat pembangunan, melainkan memastikan setiap rupiah anggaran negara menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih jauh, Direktur LKI Maluku ini juga menyebutkan kehadiran putra daerah pada posisi strategis seperti BPJN Maluku telah lama menjadi harapan masyarakat.
Namun, LKI menekankan bahwa harapan tersebut harus ditempatkan dalam kerangka profesionalisme. Putra daerah yang diberikan kepercayaan harus mampu memperlihatkan kemampuan yang setara bahkan lebih baik dari tuntutan jabatan yang diembannya.
Menurut Usman, masyarakat Maluku kini sangat memberikan dukungan terhadap Talaohu yang bekerja untuk kepentingan pembangunan daerah.
“Ini bukan soal siapa orangnya, tetapi bagaimana amanah itu dijalankan. Kalau putra daerah diberi kepercayaan, maka kita harus dukung," katanya.
LKI menilai keberhasilan Ulwan Talaohu dalam menjalankan tugasnya akan menjadi salah satu ukuran penting bagi kepercayaan terhadap kapasitas sumber daya manusia Maluku untuk menduduki jabatan-jabatan strategis di tingkat nasional maupun daerah.
Dengan demikian, LKI berharap kehadiran Ulwan Talaohu di BPJN Maluku tidak hanya menjadi simbol keterwakilan putra daerah, tetapi benar-benar menjadi energi baru dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Maluku.
“Harapan masyarakat Maluku sederhana, berikan kesempatan kepada putra daerah yang memiliki kapasitas, lalu ukur dengan kinerja. Kalau mampu bekerja dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat, maka itulah bentuk kepemimpinan yang harus kita dukung dan itulah Ulwan Talaohu.” tutup Usman.
(M.N)

























Komentar via Facebook