Bupati Samaun Resmikan Pameran Mehak Tuni, Tegaskan Budaya Fakfak Adalah Identitas yang Harus Dijaga Lintas Generasi

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 05 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Samaun Resmikan Pameran Mehak Tuni, Tegaskan Budaya Fakfak Adalah Identitas yang Harus Dijaga Lintas Generasi

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pemerintah Kabupaten Fakfak kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah. Komitmen itu diwujudkan melalui pembukaan Pameran Mehak Tuni, Rabu (5/8/2026), yang secara resmi dibuka oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP sebagai ruang publik untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya asli Fakfak kepada masyarakat.

Di hadapan Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, M.TP unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pegiat budaya, Bupati Samaun menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan sebuah daerah mempertahankan identitas budayanya di tengah perubahan zaman.

Bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak, Mehak Tuni bukan sekadar benda budaya yang dipamerkan dalam etalase. Ia merupakan representasi perjalanan sejarah masyarakat, simbol identitas kolektif, sekaligus warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang telah membentuk karakter masyarakat Fakfak selama berabad-abad.

"Budaya adalah jati diri. Ketika budaya terpelihara, maka sejarah dan karakter masyarakat akan tetap hidup. Karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat," ujar Bupati Samaun dalam sambutannya.

Menurutnya, penyelenggaraan Pameran Mehak Tuni memiliki makna yang jauh melampaui sebuah agenda seremonial. Pameran tersebut menjadi ruang edukasi yang mempertemukan generasi muda dengan akar budayanya sendiri, sekaligus menjadi wahana apresiasi bagi para pelaku seni, budayawan, dan komunitas adat yang selama ini konsisten menjaga warisan leluhur.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, tantangan terbesar bukan hanya menjaga eksistensi budaya, melainkan memastikan nilai-nilai budaya tetap relevan bagi generasi masa depan. Karena itu, pemerintah memandang kegiatan semacam ini sebagai investasi kebudayaan yang akan memperkuat identitas daerah sekaligus memperkaya pembangunan sumber daya manusia.

Samaun menilai, pelestarian budaya tidak cukup berhenti pada upaya mempertahankan artefak atau tradisi, tetapi harus dibarengi dengan dokumentasi yang baik agar menjadi arsip daerah yang dapat dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dokumentasi budaya, menurutnya, merupakan bagian penting dari pembangunan peradaban daerah.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Fakfak akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pelestarian budaya melalui penguatan dokumentasi, promosi budaya, serta kolaborasi dengan komunitas adat, seniman, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada panitia penyelenggara, para seniman, komunitas budaya, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan Pameran Mehak Tuni. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya akan berjalan efektif ketika menjadi gerakan bersama, bukan semata tanggung jawab pemerintah.

Lebih jauh, Bupati berharap Pameran Mehak Tuni tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi etalase budaya Fakfak yang mampu menarik perhatian masyarakat nasional bahkan internasional. Dengan demikian, budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai daya tarik wisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.

Di akhir sambutannya, Samaun Dahlan secara resmi membuka Pameran Mehak Tuni dengan harapan seluruh masyarakat terus menjaga semangat merawat identitas budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.

Pembukaan Pameran Mehak Tuni menjadi pesan penting bahwa di tengah modernisasi, Fakfak memilih untuk melangkah maju tanpa meninggalkan akar budayanya. Sebab bagi daerah yang dikenal sebagai negeri dengan semangat persaudaraan dan keberagaman itu, kemajuan sejati bukan hanya tercermin dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kemampuan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dalam ingatan, kebanggaan, dan kehidupan generasi yang akan datang.

 

Writter & Editor : Den