Bupati Mimika Bantah Isu Pesawat dan Helikopter Terlantar: "Bukan Besi Tua, Sedang Menuju Proses Revitalisasi"

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 19 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Mimika Bantah Isu Pesawat dan Helikopter Terlantar:

Bupati Mimika Bantah Isu Pesawat dan Helikopter Terlantar: "Bukan Besi Tua, Sedang Menuju Proses Revitalisasi"

Timika Kabarsulselindonesia.web.id – Polemik terkait keberadaan pesawat dan helikopter milik Pemerintah Kabupaten Mimika yang selama ini terparkir di hanggar akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari Bupati Mimika, Johannes Rettob. Ia menegaskan bahwa berbagai informasi yang beredar mengenai aset penerbangan tersebut tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan.

Dalam konfirmasi yang diterima redaksi melalui pesan WhatsApp, Johannes Rettob menjelaskan bahwa dunia penerbangan memiliki regulasi yang sangat ketat. Karena itu, setiap proses perbaikan, pengoperasian kembali, hingga pengurusan dokumen harus mengikuti aturan yang berlaku.19/06/2026

“Informasi bahwa pesawat dan helikopter itu dibiarkan menjadi besi tua tidak benar. Saat ini sementara dilakukan proses lelang untuk revitalisasi atau perbaikan agar aset tersebut bisa kembali berfungsi,” jelas Johannes Rettob.

Terkait isu adanya tunggakan bea masuk atau utang kepada Bea Cukai, Bupati Mimika dengan tegas membantah kabar tersebut. Menurutnya, persoalan yang sedang dihadapi bukan menyangkut utang, melainkan aspek perizinan yang masih dalam proses penyelesaian.

“Tidak ada utang Bea Cukai. Yang ada adalah persoalan perizinan yang sementara diproses. Sesuai ketentuan penerbangan, pesawat harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum proses administrasi dan perizinan lanjutan dapat diselesaikan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas berbagai spekulasi publik mengenai nasib aset penerbangan daerah bernilai puluhan miliar rupiah itu. Namun demikian, publik tetap menaruh perhatian besar agar proses lelang, revitalisasi, serta penyelesaian perizinan dilakukan secara transparan, profesional, dan sesuai regulasi, mengingat aset tersebut dibeli menggunakan uang rakyat.

Kini, sorotan masyarakat bukan lagi sekadar pada kondisi pesawat dan helikopter yang lama terparkir di hanggar, tetapi pada sejauh mana pemerintah daerah mampu membuktikan bahwa aset strategis tersebut dapat kembali mengudara dan memberikan manfaat nyata bagi pelayanan masyarakat, terutama bagi wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Mimika.

“Bukan sekadar menyelamatkan aset miliaran rupiah, tetapi mengembalikan fungsi pelayanan udara bagi rakyat Mimika.”

Editor : Bruce Elang