Setahun SPPG Tanama: Menjaga Dapur Gizi, Menghindari Satu Kesalahan yang Bisa Menghentikan Semuanya

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 05 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Setahun SPPG Tanama: Menjaga Dapur Gizi, Menghindari Satu Kesalahan yang Bisa Menghentikan Semuanya

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Satu tahun bukan sekadar penanda waktu bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanama. Ia menjadi semacam ujian panjang: seberapa kuat sebuah dapur gizi mampu menjaga kualitas makanan, kedisiplinan kerja, dan kepercayaan publik ketika setiap sajian menyentuh kelompok yang paling membutuhkan perhatian.

Ujian itu dirayakan dalam syukuran satu tahun beroperasinya SPPG Tanama di Hawai, Kampung Tanama, Kabupaten Fakfak, Sabtu, 5 September 2026.

SPPG Tanama merupakan bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani penyediaan makanan bergizi seimbang bagi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Di tempat inilah bahan pangan diolah, makanan disiapkan, kemudian didistribusikan ke sekolah-sekolah dan posyandu.

Namun bagi pengelola SPPG Tanama, satu tahun perjalanan itu bukan alasan untuk berpuas diri.

Kepala SPPG Tanama Mekar Sari justru menggunakan momentum syukuran untuk menyampaikan pesan kepada seluruh tim agar mempertahankan kekompakan, etos kerja dan kualitas sajian. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh rekan kerja yang selama ini terlibat dalam proses pengolahan, penyajian hingga pendistribusian MBG.

Menurut Mekar, pekerjaan di dapur SPPG bukan sekadar urusan memasak. Di balik setiap paket makanan terdapat tanggung jawab pelayanan publik. Kesalahan kecil dalam proses pengolahan maupun distribusi dapat berimbas langsung kepada penerima manfaat.

Karena itu, ia meminta tim tidak menutup diri terhadap kritik dan saran.

Kritik, kata dia, harus dipandang sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan, bukan sebagai ancaman terhadap pengelola.

Pesan itu menjadi penting karena perjalanan program MBG di berbagai daerah juga menghadapi tantangan. Mekar mengingatkan tim SPPG Tanama agar belajar dari pengalaman sejumlah SPPG di luar Fakfak yang menghadapi persoalan hingga berujung pada penghentian operasional.

“Jangan sampai hal serupa terjadi di SPPG Tanama,” menjadi garis besar pesan yang disampaikannya kepada tim.

Dengan kata lain, satu tahun bukan garis akhir. Justru menjadi awal untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Di tengah besarnya perhatian publik terhadap program MBG, keberadaan SPPG memiliki posisi strategis. Dapur gizi bukan hanya tempat makanan dimasak. Ia adalah titik terakhir sebelum makanan sampai ke tangan anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Karena itu, kualitas bahan pangan, kebersihan, proses pengolahan, ketepatan distribusi hingga kedisiplinan seluruh petugas menjadi mata rantai yang tidak boleh putus.

Syukuran satu tahun SPPG Tanama akhirnya bukan hanya tentang perayaan. Ada pesan yang lebih besar di baliknya: kepercayaan publik dibangun selama berbulan-bulan, tetapi dapat runtuh oleh satu kelalaian.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada pemenang perlombaan video terbaik serta sejumlah penghargaan lainnya. Pemberian hadiah tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh tim untuk mempertahankan kekompakan dan meningkatkan kualitas kerja.

Satu tahun telah lewat. Tantangan berikutnya justru lebih berat: memastikan SPPG Tanama tidak sekadar mampu bertahan, tetapi mampu menjaga mutu pelayanan dari hari ke hari.

Sebab dalam urusan gizi, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi sebuah dapur, melainkan kepercayaan masyarakat dan kesehatan generasi penerima manfaat.
 

Writer & Editor: Den