HARI KEDUA TINJAU KEBAKARAN EVU, BUPATI THAHER HANUBUN LANJUTKAN KUNJUNGAN KE GEREJA GPM WAB

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 20 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

HARI KEDUA TINJAU KEBAKARAN EVU, BUPATI THAHER HANUBUN LANJUTKAN KUNJUNGAN KE GEREJA GPM WAB

MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, kembali mengunjungi lokasi kebakaran hutan di Ohoi Evu pada hari kedua untuk memastikan upaya pemadaman api terus dilakukan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan masyarakat dan penanganan dampak kebakaran.20/10/26

Dalam peninjauan itu, Bupati memastikan proses penanganan kebakaran tetap menjadi perhatian, sehingga upaya pemadaman dapat terus berjalan dan risiko yang mengancam masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.

Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Karena itu, koordinasi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran sangat diperlukan agar situasi dapat dikendalikan dengan baik.

Lanjutkan Kunjungan ke Gereja GPM Wab

Usai meninjau lokasi kebakaran di Ohoi Evu, Bupati Thaher Hanubun melanjutkan kunjungan ke Gereja GPM di Wab. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan gereja menjelang peresmian.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga membawa bantuan beras untuk mendukung kebutuhan selama proses pekerjaan pembangunan gereja berlangsung.

Bantuan tersebut menjadi wujud perhatian dan kepedulian terhadap jemaat serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelesaian pembangunan rumah ibadah. Dukungan seperti ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan di lapangan dan memperkuat semangat kebersamaan.

Mengutamakan Keselamatan dan Kebersamaan

Dua agenda kunjungan tersebut memperlihatkan pentingnya perhatian pemerintah terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari penanganan bencana hingga dukungan bagi kehidupan sosial dan keagamaan.

Di satu sisi, penanganan kebakaran membutuhkan kesigapan, koordinasi, dan kepedulian bersama. Di sisi lain, penyelesaian pembangunan rumah ibadah memerlukan semangat gotong royong, ketulusan, serta dukungan dari berbagai pihak.

Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi bentuk perhatian, tetapi juga mendorong tumbuhnya solidaritas dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.

Keselamatan masyarakat, kepedulian terhadap sesama, dan semangat gotong royong merupakan fondasi penting dalam membangun Maluku Tenggara yang aman, rukun, dan harmonis.**

Editor: Bruce Elang