Damai di Kwamki Narama, Damai Pula Mimika: Yohanis Kemong Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Daerah
Damai di Kwamki Narama, Damai Pula Mimika: Yohanis Kemong Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Daerah
TIMIKA, Kabarsulselindonesia.web.id – Berakhirnya konflik sosial yang berlangsung selama kurang lebih 10 bulan di Distrik Kwamki Narama disambut dengan harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Mimika. Momentum perdamaian yang ditandai melalui prosesi adat "Patah Panah" dinilai bukan hanya mengakhiri pertikaian antar-kelompok, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan daerah.24/06/2026
Tokoh masyarakat Mimika, Yohanis Kemong (YK), mengatakan bahwa perdamaian di Kwamki Narama memiliki arti penting bagi masa depan Kabupaten Mimika. Menurutnya, keamanan dan persatuan masyarakat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
"Damai di Kwamki Narama, maka damai pula Mimika. Ketika masyarakat hidup rukun dan bersatu, pembangunan dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga," ujar Yohanis Kemong usai menghadiri prosesi adat Patah Panah.
Menurut YK, konflik yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada hubungan sosial masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, serta berbagai program pembangunan pemerintah.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian yang telah tercipta dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah kehidupan bermasyarakat.
Momentum rekonsiliasi ini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa Mimika merupakan rumah bersama bagi seluruh suku, agama, dan kelompok masyarakat yang hidup berdampingan. Semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong harus terus dipelihara sebagai modal sosial untuk membangun Mimika yang aman, maju, dan sejahtera.
"Mari bersatu untuk membangun Mimika. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk bersama-sama mendorong kemajuan daerah," tegasnya.
Yohanis Kemong berharap perdamaian yang tercipta di Kwamki Narama dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai contoh pentingnya persatuan, rekonsiliasi, serta penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan budaya dalam menjaga harmoni sosial di Kabupaten Mimika.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan berakhirnya konflik tersebut sebagai titik awal memperkuat kebersamaan demi terwujudnya Mimika yang damai, aman, dan semakin maju.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook