Yowan Kritik Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Mimika: "APBD Rp6 Triliun Bukan untuk Omon-omon, Evaluasi Total OPD!"

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 06 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Yowan Kritik Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Mimika:

Yowan Kritik Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Mimika: "APBD Rp6 Triliun Bukan untuk Omon-omon, Evaluasi Total OPD!"

MIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Aktivis muda Kabupaten Mimika, Yohanis Wantik (Yowan), melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong. Menurutnya, besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika harus diimbangi dengan kinerja birokrasi yang nyata, bukan sekadar penyampaian janji dan pernyataan di ruang publik.

Yowan menegaskan bahwa APBD Mimika yang mencapai sekitar Rp6 triliun merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan melalui pembangunan dan pelayanan publik yang berkualitas.06/07/2026

  "APBD Rp6 triliun itu bukan milik pejabat. Itu hasil keringat rakyat Mimika yang harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan. Jangan hanya pandai berbicara di depan publik, tetapi realisasi program di lapangan justru berjalan lambat," tegas Yowan.

Ia menilai Bupati dan Wakil Bupati harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai tidak mampu menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program kerja yang efektif.

Menurutnya, kepala daerah tidak cukup hanya memberikan instruksi, tetapi juga harus berani mengambil tindakan tegas terhadap OPD yang berkinerja rendah.

   "Kalau ada OPD yang tidak mampu bekerja, jangan dipertahankan. Evaluasi total. Rakyat tidak butuh alasan, rakyat butuh hasil kerja nyata," ujarnya.

Yowan juga mengingatkan bahwa besarnya anggaran daerah seharusnya menjadi modal untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat, bukan justru melahirkan kritik akibat rendahnya realisasi program.

Ia berharap Bupati dan Wakil Bupati menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi demi memperbaiki tata kelola pemerintahan.

   "Pemimpin diuji bukan dari banyaknya pidato, tetapi dari keberanian mengambil keputusan dan menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat," tutup Yowan.

Editor: Bruce Elang