BUPATI THAHER: MERAH PUTIH HARUS DITERJEMAHKAN JADI KERJA NYATA

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 14 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

BUPATI THAHER: MERAH PUTIH HARUS DITERJEMAHKAN JADI KERJA NYATA

BUPATI THAHER: MERAH PUTIH HARUS DITERJEMAHKAN JADI KERJA NYATA

Langgur, Maluku Tenggara Kabarsulselindonesia.web.id — Bupati Maluku Tenggara Drs. H. I. M. Thaher Hanubun menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak boleh berhenti pada kemeriahan dan seremoni. Semangat Merah Putih harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, persatuan, pelayanan yang jujur, serta pembangunan yang dirasakan seluruh masyarakat hingga ke ohoi-ohoi.14/08/2026

Pesan itu disampaikan Thaher saat membuka Kirab Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara.

Menurut Thaher, Kirab Merah Putih bukan sekadar kegiatan mengarak bendera, tetapi bentuk penghormatan kepada para pendiri bangsa dan para pahlawan yang merebut serta mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan besar.

“Kemerdekaan bukan sekadar peringatan tahunan. Kemerdekaan adalah pekerjaan setiap hari,” tegasnya.

KEMERDEKAAN HARUS DIRASAKAN MASYARAKAT

Thaher menekankan, kemeriahan Kirab Merah Putih harus memiliki makna yang lebih jauh. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja, persatuan, serta upaya memastikan kemajuan dan kesejahteraan dapat menjangkau seluruh masyarakat, dari wilayah perkotaan hingga ohoi-ohoi yang paling jauh.

Bagi Thaher, kemerdekaan bukan hanya momentum yang diperingati sekali dalam setahun. Kemerdekaan merupakan tanggung jawab yang harus dikerjakan setiap hari.

EFISIENSI BUKAN ALASAN BERHENTI MELAYANI

Dalam sambutannya, Thaher juga menyinggung kondisi daerah yang menghadapi keterbatasan anggaran, kebijakan efisiensi, serta berbagai gejolak ekonomi dan sosial.

Namun, keterbatasan tersebut, menurut dia, tidak boleh melahirkan keluhan.

“Keterbatasan tidak boleh melahirkan keluhan. Keterbatasan harus melahirkan kreativitas.”

Ia menegaskan, efisiensi bukan berarti pelayanan kepada masyarakat dihentikan. Sebaliknya, efisiensi harus membuat pemerintah bekerja lebih cermat, tepat sasaran dan jujur.

Pesan ini menempatkan efisiensi bukan sekadar persoalan penghematan anggaran, tetapi sebagai tuntutan agar setiap sumber daya pemerintah benar-benar digunakan secara tepat untuk kepentingan masyarakat.

MERAH BERANI, PUTIH HARUS TULUS

Thaher juga menguraikan makna filosofis Merah Putih. Warna merah melambangkan keberanian, keteguhan dan semangat menghadapi tantangan. Sementara putih melambangkan kesucian dan ketulusan.

Menurutnya, pembangunan harus dilakukan dengan hati yang bersih, memberi tanpa pamrih dan bekerja tanpa mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak.

Ia mengingatkan, keberanian tanpa ketulusan dapat berubah menjadi kesewenang-wenangan. Sebaliknya, ketulusan tanpa keberanian dapat menjadi kelemahan.

Karena itu, keberanian dan ketulusan harus berjalan bersama dalam membangun daerah serta menjaga keutuhan NKRI.

KIRAB SEBAGAI PENANDA MALUKU TENGGARA BERGERAK

Di hadapan peserta kirab, Thaher mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara menjadikan momentum tersebut sebagai penanda kecintaan terhadap perjuangan bangsa sekaligus komitmen untuk bergerak bersama memajukan daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada peserta kirab, panitia, aparat keamanan dan tim kesehatan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Seluruh peserta diminta menjaga ketertiban, keselamatan serta kebersihan sepanjang rute kirab.

Kirab Bendera Merah Putih kemudian secara resmi dinyatakan dimulai oleh Bupati Maluku Tenggara sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Pesan Bupati Thaher dalam Kirab Merah Putih itu pada akhirnya bukan sekadar tentang mengarak bendera. Lebih dari itu, Merah Putih harus menjadi energi untuk bekerja, bersatu, melayani dengan jujur, dan memastikan pembangunan benar-benar hadir hingga ke seluruh masyarakat Maluku Tenggara.

Editor: Bruce Elang