Tokoh Senior Masyarakat Kei Piet Rafra,Desak Kajari dan Kapolres Mimika Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tanpa Tebang Pilih

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 09 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tokoh Senior Masyarakat Kei Piet Rafra,Desak Kajari dan Kapolres Mimika Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tanpa Tebang Pilih

Tokoh Senior Masyarakat Kei Piet Rafra,Desak Kajari dan Kapolres Mimika Usut Tuntas Dugaan Korupsi Tanpa Tebang Pilih

TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Tokoh senior masyarakat Kei yang berdomisili di Timika, Piet Rafra, menyampaikan harapan besar kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mimika Dr. I Putu Eka Suryantha, S.H., M.H. dan Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., Tr.Mil. agar menjalankan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu terhadap setiap dugaan tindak pidana korupsi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.09/07/2026

Menurut Piet Rafra, kehadiran kedua pimpinan aparat penegak hukum tersebut menjadi secercah harapan bagi masyarakat yang selama ini menginginkan penuntasan berbagai dugaan kasus yang dinilai belum tersentuh proses hukum.

"Saya berharap Kajari Mimika dan Kapolres Mimika dapat memeriksa seluruh dugaan kasus, baik yang melibatkan unsur pemerintah daerah maupun pihak swasta, apabila terdapat indikasi pelanggaran hukum. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa membedakan siapa pun," tegas Piet Rafra.

Ia menilai, besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika seharusnya berbanding lurus dengan pembangunan yang dirasakan masyarakat. Namun, menurutnya, hingga kini masyarakat masih mempertanyakan realisasi berbagai program pembangunan, terutama pada tahun anggaran 2025 dan 2026.

"Publik berhak mengetahui penyebab lambatnya realisasi pembangunan. Bila terdapat dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran daerah, maka harus diusut secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai anggaran besar hanya habis untuk kegiatan seremonial yang manfaatnya tidak dirasakan masyarakat," ujarnya.

Piet Rafra menegaskan bahwa kepercayaan negara kepada Kajari Mimika dan Kapolres Mimika merupakan amanah besar untuk menegakkan supremasi hukum serta memberantas praktik korupsi yang merugikan masyarakat dan daerah.

Ia juga meyakini bahwa apabila kedua pimpinan aparat penegak hukum mampu mengungkap berbagai perkara yang selama ini menjadi perhatian publik, maka hal tersebut tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum, tetapi juga menjadi catatan positif dalam perjalanan karier keduanya.

"Saya percaya, jika mampu membongkar berbagai kasus yang selama ini menjadi perhatian publik dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan berdasarkan alat bukti yang sah, maka kepercayaan masyarakat akan kembali tumbuh. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kekuatan dan hikmat dalam menjalankan amanah negara," katanya.

Mengakhiri pernyataannya, Piet Rafra mengatakan bahwa aspirasi tersebut merupakan harapan banyak masyarakat Mimika yang mendambakan pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum yang berkeadilan.

"Ini adalah suara masyarakat yang menginginkan pemberantasan korupsi dilakukan secara serius. Saya hanya menyampaikan aspirasi publik. Semoga ke depan ada langkah-langkah nyata demi kepentingan masyarakat Mimika. Amole Nimao Witimi. Saipa," tutup Piet Rafra.

Editor: Bruce Elang