Bupati Samaun: Kesehatan Tak Boleh Berhenti di Pusat Kota, Warga Pelosok Harus Terlayani
Fakfak, Kabarsulselindonesia.web.id | Pemerataan pelayanan kesehatan menjadi pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian. Di tengah tantangan menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah sulit akses, kolaborasi pemerintah daerah, dokter, dan organisasi profesi menjadi salah satu kunci agar layanan kesehatan tidak berhenti di fasilitas medis, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Pesan itu mengemuka dalam sambutan Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., pada kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Sabtu, 24 Oktober 2026, di Puskesmas Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Mengusung tema “IDI Berkemajuan, Berbakti untuk Bangsa”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pembangunan kesehatan tidak cukup diukur dari ketersediaan fasilitas dan tenaga medis. Jangkauan pelayanan, kualitas sumber daya manusia, serta kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pekerjaan besar itu.
Samaun mengatakan, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas kesehatan masyarakatnya. Masyarakat yang sehat, menurut dia, merupakan modal penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus keberhasilan pembangunan daerah.
“Pembangunan kesehatan merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” demikian substansi pesan Bupati dalam sambutannya.
Pengabdian Dokter Tak Berhenti di Ruang Praktik
Bagi Samaun, profesi dokter memiliki kedudukan strategis dalam menjaga, meningkatkan, dan memulihkan kesehatan masyarakat. Pengabdian dokter bukan semata-mata pelaksanaan pekerjaan profesional, melainkan juga panggilan kemanusiaan yang menuntut ketulusan, tanggung jawab, dan semangat melayani.
Karena itu, ia berharap IDI terus berkembang sebagai organisasi profesi yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan etika profesi maupun nilai-nilai kemanusiaan.
Bakti sosial, dalam konteks tersebut, memiliki arti lebih luas daripada pelayanan kesehatan dalam satu kegiatan. Kehadiran dokter dan tenaga kesehatan secara langsung di tengah masyarakat menunjukkan bahwa pengabdian profesi dapat menjangkau ruang-ruang kehidupan yang tidak selalu tersentuh oleh pelayanan rutin.
Kegiatan seperti ini juga membuka ruang pertemuan antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Di sana, pelayanan medis berjalan beriringan dengan edukasi, kepedulian, dan upaya membangun kepercayaan terhadap layanan kesehatan.
Samaun menyampaikan apresiasi kepada IDI dan seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap bakti sosial serupa tidak berhenti sebagai agenda peringatan hari ulang tahun organisasi, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberi manfaat yang semakin luas.
Tantangan Fakfak: Memastikan Layanan Menjangkau Masyarakat
Kabupaten Fakfak memiliki tantangan geografis yang membuat pemerataan pelayanan kesehatan membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor. Karena itu, perluasan akses layanan tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan fasilitas kesehatan. Koordinasi, ketersediaan tenaga, dan kemampuan menjangkau masyarakat juga menjadi bagian dari upaya yang harus terus diperkuat.
Samaun menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dokter, tenaga medis, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu memastikan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah yang sulit diakses.
Pemerintah Kabupaten Fakfak, kata dia, terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan pemerataan akses kesehatan. Namun, keberhasilan upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kerangka itu, kegiatan bakti sosial IDI di Tomage menjadi pengingat bahwa agenda kesehatan daerah perlu berangkat dari kebutuhan warga. Pelayanan yang baik bukan hanya soal tersedianya layanan, melainkan juga tentang seberapa jauh masyarakat dapat menjangkaunya dan memperoleh manfaatnya.
Kesehatan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Bupati juga mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan bakti sosial dengan sebaik-baiknya, mengikuti arahan petugas kesehatan, serta meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kesehatan tidak hanya berada di pundak pemerintah dan tenaga medis. Masyarakat memiliki peran penting melalui perilaku hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemauan memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat.
Pesan tersebut menempatkan pembangunan kesehatan sebagai kerja bersama. Pemerintah bertanggung jawab mendorong kebijakan dan pelayanan yang memadai, tenaga kesehatan menjalankan pengabdian profesionalnya, sedangkan masyarakat menjadi bagian aktif dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya.
Samaun berharap seluruh pengabdian yang diberikan melalui kegiatan tersebut menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat Fakfak. Ia juga mengajak semua pihak bergandengan tangan mewujudkan daerah yang lebih sehat, maju, dan sejahtera.
Pada akhir sambutannya, Bupati Fakfak secara resmi membuka kegiatan bakti sosial dalam rangka HUT IDI dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Di Tomage, pesan yang dibawa peringatan HUT IDI melampaui seremoni organisasi profesi. Ukuran pengabdian pada akhirnya terletak pada manfaat yang dirasakan masyarakat: pelayanan yang semakin mudah dijangkau, kepedulian yang terus tumbuh, dan kesempatan memperoleh layanan kesehatan yang semakin merata.
Dalam kegiatan ini juga Bupati Samaun memberikan paket bantuan berupa Beras, telur, susu bagi Ibu Hamil dan Balita
Writter & Editor: Den




























Komentar via Facebook