CUACA BURUK HENTIKAN PENCARIAN 8 KORBAN SPEED BOAT TENGGELAM DI PULAU DAI.
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Gelombang setinggi 2,5 meter dan angin kencang 32 knot memaksa penghentian sementara pencarian delapan korban speed boat yang tenggelam di Perairan Pulau Dai, Maluku Barat Daya. Operasi SAR hari ketiga pada Minggu (14/6/2026) berakhir tanpa hasil.
Kepala Kantor SAR Ambon melaporkan, upaya pencarian oleh masyarakat menggunakan speed boat dan long boat yang direncanakan pukul 07.30 WIT bersama Camat Babar, Dace Laipeni, batal dilaksanakan. “Pencarian oleh masyarakat tidak dapat dilaksanakan akibat buruknya cuaca dan tinggi gelombang di Perairan Pulau Tepa,” tegas Laipeni dalam laporannya pukul 17.55 WIT.
-Kapal Patroli Terpaksa Putar Balik
Tim SAR gabungan dari Pos SAR Saumlaki yang bergerak pukul 12.17 WIT menggunakan Kapal Patroli KP. XVI-2006 milik Ditpolairud Polda Maluku juga gagal mencapai lokasi. Setelah menempuh ±25 NM dari Pelabuhan Yosudarso Saumlaki, kapal tak sanggup melanjutkan perjalanan akibat cuaca ekstrem.
Pukul 15.15 WIT, Koordinator Pos SAR Saumlaki melaporkan tim memutuskan menepi dan bermalam di Desa Namtabung, Kecamatan Selaru, Kepulauan Tanimbar. Mereka baru tiba di desa tersebut pukul 17.10 WIT.
Padahal kapal tersebut ditargetkan tiba di Pulau Tepa pukul 22.17 WIT dengan jarak tempuh 103 NM ke arah barat.
-8 Korban Masih Hilang, 2 Selamat
Speed boat nahas itu membawa 10 penumpang dari Sinairusi menuju Tepa dan tenggelam pada Rabu (11/6/2026) akibat cuaca buruk. Dua penumpang selamat, Yakob Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42), setelah berenang ke Desa Sinairusi.
-Delapan korban yang masih dalam pencarian:
1. Anton Menahem (40)
2. Asael Daniel (72)
3. Yomima Waliana (36)
4. Regina Unwakolu (33)
5. Enderfina Siaran (62)
6. Wulan Kelmury (35)
7. Yoksan Unawekla (9)
8. Marcelo Unawekla (4)
-Operasi Dilanjutkan Besok
Kondisi cuaca di lapangan dilaporkan berawan tebal, angin Tenggara-Timur 32 knot, dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Kondisi ini membahayakan seluruh alut yang dikerahkan, termasuk KP. XVI-2006, speed boat masyarakat, dan KM Tiefelin.
Operasi SAR hari keempat akan dilanjutkan Senin (15/6/2026) pagi dengan melibatkan unsur gabungan: Kantor SAR Ambon, Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, BPBD MBD, Koramil Tepa, Polsek Tepa, Camat Babar Barat, Syahbandar Tepa, Dinkes Tepa, Kades Sinairusi, pendeta, dan masyarakat.
Kansar Ambon mengimbau kapal yang melintas untuk waspada dan segera melapor jika menemukan tanda korban.
(M.N)

























Komentar via Facebook