Ketua GMKI Timika Dorong Pemkab Wujudkan Perguruan Tinggi Negeri, Nilai Mimika Memiliki Kapasitas Fiskal dan Momentum Politik yang Kuat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 20 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ketua GMKI Timika Dorong Pemkab Wujudkan Perguruan Tinggi Negeri, Nilai Mimika Memiliki Kapasitas Fiskal dan Momentum Politik yang Kuat

Ketua GMKI Timika Dorong Pemkab Wujudkan Perguruan Tinggi Negeri, Nilai Mimika Memiliki Kapasitas Fiskal dan Momentum Politik yang Kuat

TIMIKA, PAPUA TENGAH Kabarsulselindonesia.web.id  – Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Timika, Louis Fernando Afeanpah, menilai sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Mimika menjadikan pembangunan perguruan tinggi sebagai prioritas strategis. Menurutnya, daerah dengan kapasitas fiskal besar seperti Mimika tidak seharusnya memandang pendirian universitas sebagai beban anggaran, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia.

Dalam artikel opininya yang berjudul "Paradoks Fiskal Mimika: Perguruan Tinggi Adalah Investasi Peradaban, Bukan Beban Anggaran!", Louis menyoroti masih banyaknya putra-putri Mimika yang harus menempuh pendidikan tinggi di luar Papua dengan biaya yang tidak sedikit karena belum tersedianya perguruan tinggi negeri yang memadai di daerah.20/07/2026

Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan anggaran, tetapi pada keberanian pemerintah dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

   "Perguruan tinggi bukanlah biaya yang menghabiskan anggaran, melainkan investasi yang akan melahirkan generasi unggul dan memperkuat daya saing daerah," tulis Louis.

Mimika Dinilai Mampu Bangun Universitas

Louis berpendapat, dengan besarnya APBD, Dana Otonomi Khusus, Dana Bagi Hasil, serta potensi dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Mimika, pembangunan perguruan tinggi bukanlah sesuatu yang mustahil.

Ia menilai sebagian anggaran pembangunan dapat diarahkan untuk membentuk dana abadi pendidikan (endowment fund) sebagai fondasi pembiayaan perguruan tinggi yang berkelanjutan.

Momentum Regulasi Dinilai Sudah Tepat

Selain kemampuan fiskal, Louis juga menilai momentum regulasi saat ini sangat mendukung. Ia mengacu pada Permenristekdikti Nomor 100 Tahun 2016 tentang pendirian perguruan tinggi, serta inisiatif DPRK Mimika yang tengah mendorong penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan.

Menurutnya, kombinasi regulasi nasional dan dukungan politik daerah menjadi peluang besar untuk menghadirkan perguruan tinggi negeri di Mimika.

Libatkan Dinas Pendidikan dan BRIDA

Louis mendorong agar Dinas Pendidikan dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) mengambil peran utama dalam menyusun kajian akademik, peta kebutuhan tenaga kerja, hingga desain kelembagaan perguruan tinggi yang sesuai dengan karakteristik Mimika.

Ia mengusulkan agar kampus yang dibangun lebih berorientasi pada pendidikan vokasi dan sains terapan, dengan program studi yang relevan terhadap kebutuhan daerah, seperti teknologi pertambangan, logistik, kelautan, pertanian, serta administrasi publik berbasis riset.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan menghasilkan lulusan yang siap bekerja sekaligus menjawab kebutuhan industri di Papua Tengah.

Kurangi Ketergantungan Tenaga Ahli dari Luar Daerah

Louis juga menyoroti masih tingginya ketergantungan terhadap tenaga kerja dari luar Papua untuk mengisi berbagai posisi strategis.

Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena belum adanya ekosistem pendidikan tinggi yang mampu mencetak tenaga profesional sesuai kebutuhan dunia kerja di Mimika.

Dengan hadirnya perguruan tinggi di daerah, akses pendidikan bagi generasi muda dari wilayah pesisir maupun pegunungan diyakini akan semakin terbuka, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal.

Pembangunan SDM Harus Menjadi Prioritas

Di akhir tulisannya, Louis mengajak pemerintah daerah mengubah paradigma pembangunan yang selama ini dinilai lebih berorientasi pada pembangunan fisik.

Menurutnya, investasi di bidang pendidikan akan memberikan dampak jangka panjang yang jauh lebih besar dibanding pembangunan yang hanya berfokus pada infrastruktur.

Ia berharap keberadaan Perda Pendidikan, dukungan pemerintah daerah, DPRK Mimika, BRIDA, Dinas Pendidikan, serta kolaborasi dunia usaha dapat menjadi fondasi lahirnya perguruan tinggi di Mimika sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di Papua Tengah.

"Kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan," tutup Louis.

Tribun Nusantara

Mengabarkan Fakta, Mengawal Kepentingan Publik.

Editor: Bruce Elang