Piet Rafra Alarmkan Ekonomi Mimika Minus 11,33 Persen, Desak Pemkab Bergerak Cepat
Piet Rafra Alarmkan Ekonomi Mimika Minus 11,33 Persen, Desak Pemkab Bergerak Cepat
TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Politisi Kabupaten Mimika, Piet Rafra, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika agar tidak menganggap remeh perlambatan ekonomi daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Mimika pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami kontraksi minus 11,33 persen, yang dipicu oleh menurunnya produksi PT Freeport Indonesia sebagai sektor utama penopang perekonomian daerah.31/07/2026
Menurut Rafra, kondisi tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata guna mencegah pelemahan ekonomi yang lebih dalam.
"Ketergantungan terhadap satu sektor membuat ekonomi Mimika sangat rentan. Karena itu, pemerintah harus bergerak cepat dengan kebijakan yang mampu menghidupkan kembali perputaran ekonomi masyarakat," tegas Rafra.
Ia mengusulkan sedikitnya lima langkah strategis yang dinilai dapat mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
Pertama, Pemkab Mimika diminta mengoptimalkan serapan anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan peraturan yang berlaku, sehingga belanja pemerintah dapat mendorong aktivitas ekonomi.
Kedua, Rafra mendesak agar seluruh kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga atas proyek yang telah selesai pada Tahun Anggaran 2025 segera diselesaikan. Menurutnya, pencairan dana tersebut akan memperkuat arus kas pelaku usaha lokal dan meningkatkan peredaran uang di daerah.
Ketiga, pemerintah diminta memperbanyak program padat karya berskala besar yang menjangkau 133 kampung dan 19 kelurahan di Kabupaten Mimika. Program tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya beli.
Keempat, para kepala distrik diminta mengawasi pelaksanaan seluruh program padat karya agar tepat sasaran, transparan, dan tidak menyimpang dari tujuan awal.
Kelima, Rafra mendorong pemerintah mengoptimalkan sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan melalui pendampingan serta pengawasan yang maksimal dari OPD teknis. Menurutnya, penguatan sektor riil menjadi kunci agar ekonomi Mimika tidak terus bergantung pada industri pertambangan.
Rafra meyakini, apabila lima langkah tersebut dijalankan secara konsisten dan terukur, kondisi ekonomi Mimika akan berangsur membaik dibandingkan capaian pada triwulan pertama 2026.
"Pemulihan ekonomi tidak bisa hanya menunggu sektor tambang kembali pulih. Pemerintah harus menciptakan sumber pertumbuhan baru melalui belanja daerah yang efektif, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan sektor produktif," tutup Piet Rafra.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook