Konflik 10 Bulan Berakhir, YK Hadiri Acara Patah Panah di Distrik Kwamki Narama

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Konflik 10 Bulan Berakhir, YK Hadiri Acara Patah Panah di Distrik Kwamki Narama

Konflik 10 Bulan Berakhir, YK Hadiri Acara Patah Panah di Distrik Kwamki Narama

Timika, Kabarsulselindonesia.web.id  – Setelah berlangsung selama kurang lebih 10 bulan dan menguras tenaga serta emosi masyarakat, konflik perang saudara yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, akhirnya resmi diakhiri melalui prosesi adat Patah Panah yang digelar pada Rabu (24/6/2026).

Tokoh masyarakat YK tiba di Timika dan turut hadir dalam acara perdamaian tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya rekonsiliasi yang telah dibangun oleh para kepala suku, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian konflik.

Prosesi Patah Panah merupakan simbol adat yang menandai berakhirnya permusuhan dan kembalinya hubungan persaudaraan di antara pihak-pihak yang sebelumnya bertikai. Melalui ritual ini, masyarakat berkomitmen untuk meninggalkan dendam, menghentikan kekerasan, dan membangun kembali kehidupan yang harmonis.

Konflik yang berlangsung selama 10 bulan terakhir diketahui telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan keamanan warga di wilayah tersebut. Karena itu, berakhirnya konflik disambut dengan rasa syukur dan harapan baru bagi terciptanya kedamaian yang berkelanjutan.

Dalam suasana penuh haru dan kebersamaan, doa-doa syukur dipanjatkan atas tercapainya perdamaian yang telah lama dinantikan. Banyak pihak meyakini bahwa penyelesaian konflik ini tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang membukakan jalan bagi terwujudnya rekonsiliasi.

"Tuhan Yesus, terima kasih atas campur tangan-Mu. Setelah 10 bulan konflik yang sangat melelahkan, akhirnya perdamaian dapat terwujud dan masyarakat kembali dipersatukan," ungkap salah satu peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Masyarakat berharap perdamaian yang telah disepakati dapat dijaga bersama sehingga Distrik Kwamki Narama kembali menjadi wilayah yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga.

Editor : Bruce Elang