Dari Tanah Pala Fakfak ke Panggung Nasional: Mega Kapaur Tembus 20 Besar Young Ambassador Agriculture 2026
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Aroma pala khas Fakfak kembali mengharumkan nama Papua Barat di tingkat nasional. Kali ini, prestasi tersebut datang dari seorang putri daerah yang dengan tekun membawa identitas kampung halamannya ke panggung pertanian Indonesia. Adalah Mega Kapaur, Duta Brigade Pangan sekaligus Duta Polbangtan/PEPI, yang berhasil menembus 20 besar nasional dalam ajang Young Ambassador Agriculture (YAA) Tahun 2026 yang berlangsung di Bogor.
Pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan individu. Di baliknya tersimpan cerita tentang semangat generasi muda, kekayaan komoditas pala Fakfak, serta konsistensi pembinaan pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya pelaku usaha muda berbasis potensi lokal.
Ajang Young Ambassador Agriculture merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang mempertemukan generasi muda pertanian terbaik dari seluruh Indonesia. Para peserta ditantang menampilkan inovasi, kreativitas, kemampuan promosi, serta nilai tambah produk unggulan daerah yang mereka kembangkan.
Di tengah persaingan ketat dengan lebih dari 50 finalis dari berbagai provinsi, Mega Kapaur mampu menarik perhatian dewan juri melalui produk turunan pala yang mengangkat kekayaan alam dan budaya Fakfak sebagai identitas utama.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkannya menuju Pekan Nasional (PENAS XVII) Petani dan Nelayan yang akan digelar di Gorontalo pada 20 hingga 25 Juni 2026. Pada forum nasional itu, Mega akan kembali membawa misi besar: memperkenalkan pala Fakfak sebagai komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus kekuatan budaya yang unik.
“Masuk dalam 20 besar nasional tentu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya. Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi bagaimana kami dapat memperkenalkan potensi pala Fakfak kepada masyarakat Indonesia,” ujar Mega.
Ia mengakui perjalanan menuju tahap nasional tidaklah mudah. Berbagai persiapan dilakukan secara intensif, mulai dari penyempurnaan kualitas produk, penguatan legalitas usaha, kelengkapan administrasi, hingga penyusunan strategi promosi yang mampu menonjolkan kearifan lokal Papua Barat sebagai keunggulan kompetitif.
Menurut Mega, dukungan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkannya pada pencapaian tersebut. Selama lebih dari dua tahun terakhir, dirinya mendapatkan pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan usaha berbasis pala.
“Kami sangat bersyukur karena melalui pembinaan Dinas Perkebunan, produk pala Fakfak dapat tampil lebih baik, lebih profesional, dan semakin dikenal luas. Ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berani mengembangkan produk lokal yang memiliki potensi besar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menilai keberhasilan Mega Kapaur merupakan bukti nyata bahwa investasi pembinaan sumber daya manusia dan pengembangan produk unggulan daerah mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Menurut Widhi, capaian tersebut lahir dari proses panjang yang dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha muda, dan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki komitmen memajukan sektor perkebunan daerah.
“Mega adalah representasi generasi muda Fakfak yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki daya saing nasional. Ini menunjukkan bahwa pala Fakfak tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena inovasi dan kreativitas generasi mudanya,” ujar Widhi.
Ia menjelaskan bahwa seluruh persiapan menuju ajang nasional dilakukan secara matang, mulai dari penguatan kapasitas peserta, penyempurnaan tampilan produk, hingga penyusunan strategi promosi yang mengangkat nilai budaya sebagai identitas utama produk pala Fakfak.
Bagi Widhi, pala bukan sekadar komoditas perkebunan. Di dalamnya terkandung sejarah panjang, identitas masyarakat, budaya lokal, serta sumber penghidupan ribuan keluarga di Kabupaten Fakfak. Karena itu, promosi yang dilakukan selalu diarahkan untuk menampilkan perpaduan antara kualitas produk dan kekuatan narasi budaya yang dimiliki daerah.
“Kami ingin setiap produk pala yang tampil di tingkat nasional membawa cerita tentang Fakfak. Cerita tentang masyarakatnya, budaya yang dijaga, dan komitmen daerah dalam mengembangkan ekonomi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pengembangan generasi muda pertanian, termasuk dukungan bagi peserta yang mengikuti kompetisi nasional tersebut.
Keberhasilan Mega Kapaur menembus 20 besar Young Ambassador Agriculture 2026 menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Fakfak. Lebih dari itu, prestasi ini menjadi bukti bahwa dari ujung barat Pulau Papua, lahir generasi muda yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional melalui inovasi, kerja keras, dan kebanggaan terhadap produk lokal.
Kini, harapan masyarakat Fakfak tertuju pada langkah Mega berikutnya di PENAS XVII Gorontalo. Dengan membawa semangat tanah pala yang telah melegenda selama berabad-abad, Mega Kapaur bersiap menunjukkan kepada Indonesia bahwa Fakfak bukan hanya penghasil pala terbaik, tetapi juga rumah bagi generasi muda yang siap bersaing dan menginspirasi di tingkat nasional.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook