Lusi Hegemur Datangi Dewan Adat Mbaham Matta, Serahkan Bantuan Rp10 Juta dan Pastikan Aspirasi Adat Masuk Realisasi 2026

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lusi Hegemur Datangi Dewan Adat Mbaham Matta, Serahkan Bantuan Rp10 Juta dan Pastikan Aspirasi Adat Masuk Realisasi 2026

Di hadapan tokoh adat, perwakilan sub-komunal, dan suku-suku Nusantara di Fakfak, Anggota DPR Papua Barat itu menegaskan komitmennya mengawal kebutuhan masyarakat adat hingga tahap realisasi.
 

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai Sekretariat Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak saat Anggota DPR Provinsi Papua Barat, Lusia Imakulatta Hegemur, menyambangi panitia Rapat Kerja (Raker) Dewan Adat Mbaham Matta, Kamis, (04/06).

Kehadiran legislator Papua Barat tersebut tidak sekadar memenuhi undangan silaturahmi. Dalam kesempatan itu, Lusi Hegemur menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta untuk mendukung pelaksanaan Raker Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak.

Bantuan tersebut diterima langsung Ketua Panitia Raker, Adi Kubu Rafles Gwas-Gwas, disaksikan Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak, Apnel Hegemur, Pimpinan Dewan Adat Provinsi Papua Barat, Zakarias Horota, serta sejumlah perwakilan sub-komunal adat dan tokoh dari berbagai suku Nusantara yang berdomisili di Kabupaten Fakfak.

Di tengah tantangan pembangunan yang terus bergerak dinamis, langkah Lusi Hegemur dinilai sebagai bentuk nyata perhatian terhadap eksistensi lembaga adat sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga identitas, nilai budaya, serta harmoni sosial masyarakat Fakfak.

Namun yang paling menyita perhatian peserta pertemuan bukan hanya bantuan yang diserahkan. Lusi juga membawa kabar yang telah lama dinantikan oleh para pemangku adat.

Di hadapan para tokoh adat, ia menyampaikan bahwa berbagai usulan yang sebelumnya disampaikan Dewan Adat Mbaham Matta melalui agenda reses telah diperjuangkannya di tingkat provinsi dan dipastikan akan masuk dalam realisasi program tahun anggaran 2026.

“Usulan yang disampaikan Dewan Adat saat reses kemarin tidak berhenti sebagai catatan aspirasi semata. Saya sudah memperjuangkannya dan dipastikan akan direalisasikan pada tahun 2026,” ujar Lusi.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh para peserta yang hadir. Bagi masyarakat adat, kepastian tindak lanjut atas aspirasi sering kali menjadi ukuran sejauh mana wakil rakyat menjalankan fungsi representasinya. Karena itu, komitmen yang disampaikan Lusi dipandang sebagai bentuk keberpihakan yang konkret, bukan sekadar janji politik.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Lusi menegaskan bahwa pembangunan di Papua Barat harus berjalan seiring dengan penguatan kelembagaan adat. Menurut dia, masyarakat adat bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga mitra strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Ia menilai keberadaan Dewan Adat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian budaya, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak, Apnel Hegemur, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen yang ditunjukkan Lusi Hegemur. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi positif bagi Dewan Adat untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengawal kepentingan masyarakat adat di Fakfak.

Pertemuan itu pada akhirnya tidak hanya menjadi momentum penyerahan bantuan bagi pelaksanaan Raker. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang penguatan hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat adat, sekaligus menegaskan bahwa aspirasi yang lahir dari akar rumput masih memiliki tempat dalam proses pengambilan kebijakan.

Di tengah berbagai dinamika pembangunan daerah, langkah yang ditunjukkan Lusi Hegemur memberi pesan sederhana namun kuat: bahwa mendengar aspirasi masyarakat adalah awal yang baik, tetapi memperjuangkannya hingga terealisasi merupakan bentuk pengabdian yang sesungguhnya.

 

Writter & Editor : Den