Toleransi Dibakar, Aset Keuskupan Timika Dirusak! Umat Katolik Murka, Polisi Diminta Seret Aktor Intelektual

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Toleransi Dibakar, Aset Keuskupan Timika Dirusak! Umat Katolik Murka, Polisi Diminta Seret Aktor Intelektual

Toleransi Dibakar, Aset Keuskupan Timika Dirusak! Umat Katolik Murka, Polisi Diminta Seret Aktor Intelektual

TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id — Aksi pengrusakan tembok pagar aset Keuskupan Timika kini berubah menjadi amarah publik. Peristiwa itu tidak lagi dipandang sebagai kenakalan biasa, melainkan serangan terang-terangan terhadap simbol lembaga keagamaan yang dinilai berpotensi mengoyak toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mimika.

Advokat dan Konsultan Hukum Valentinus Ulahayanan.SH MH yang dikenal dengan sapaan Valen Kei, mengecam keras aksi tersebut dan mendesak aparat kepolisian bergerak cepat tanpa takut tekanan ataupun intervensi pihak tertentu.24/05/2026

“Ini tindakan brutal dan sangat memalukan. Pelaku seolah menantang hukum dan sengaja menginjak nilai toleransi yang selama ini dijaga bersama di Mimika,” tegas Valen Kei.

Menurutnya, pola pengrusakan yang terjadi menimbulkan dugaan kuat bahwa ada aktor intelektual yang bermain di belakang layar. Karena itu, polisi diminta tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga membongkar siapa penyuruh, pendana, hingga pihak yang diduga menjadi makelar aksi tersebut.

“Jangan hanya cari kambing hitam di lapangan. Bongkar semua. Tangkap otaknya. Tangkap aktor intelektualnya. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan premanisme berkedok kepentingan tertentu,” katanya keras.

Valen Kei menilai aksi tersebut sangat berbahaya karena dapat memantik konflik sosial dan memperkeruh hubungan antarumat beragama yang selama ini hidup damai di Mimika.

Ia bahkan menyebut tindakan itu sebagai bentuk provokasi yang diduga sengaja dimainkan untuk menciptakan kegaduhan dan membuat daerah menjadi tidak kondusif.

“Kalau aparat lamban, publik akan bertanya: ada apa di balik kasus ini? Karena yang diserang bukan sekadar tembok, tetapi simbol lembaga keagamaan dan rasa aman umat,” ujarn Valen Kei

Kemarahan umat Katolik, lanjut Valen Kei, saat ini terus meluas karena pengrusakan tersebut dianggap mencederai harga diri umat dan melukai semangat persaudaraan yang telah lama dirawat bersama.

“Kami sangat kecewa. Ini melukai hati umat Katolik, masyarakat Mimika, bahkan umat di mana pun. Jangan biarkan toleransi dihancurkan oleh segelintir orang yang anti damai dan tidak menghormati hukum,” tegasnya lagi.

Ia meminta Kapolres Mimika segera bertindak tegas, profesional, dan transparan agar kasus tersebut tidak berkembang menjadi bola panas yang memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat.

“Polisi harus hadir memberi kepastian hukum. Tangkap semua pelaku dan siapa pun yang berada di belakang aksi biadab ini,” tutupnya.

(Redaksi Kabarsulsel)