Pekebun Fakfak Apresiasi Dukungan Pemerintah, Rakornas Pertanian Jadi Panggung Penguatan Pala Unggulan Nasional

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 11 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pekebun Fakfak Apresiasi Dukungan Pemerintah, Rakornas Pertanian Jadi Panggung Penguatan Pala Unggulan Nasional

Jakarta, KabarsulselIndonesia.web.id | Di tengah pembahasan besar pembangunan pertanian nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pertanian 2026 di Jakarta, suara dari kampung-kampung penghasil pala di Kabupaten Fakfak turut mendapat ruang. Suara itu datang dari Simon F. Tuturop, Ketua Kelompok Mbuhten Kampung Us, Distrik Teluk Patipi, yang mewakili harapan ratusan pekebun pala agar komoditas kebanggaan Fakfak semakin mendapat perhatian pemerintah.

Bagi Simon, kehadiran petani pala dalam forum nasional bukan sekadar memenuhi undangan kegiatan pemerintah. Momentum itu menjadi kesempatan langka untuk menyampaikan langsung aspirasi masyarakat pekebun kepada para pengambil kebijakan di tingkat pusat.

"Kami datang membawa harapan petani. Harapan agar pala Fakfak terus mendapat perhatian dan dukungan sehingga mampu menjadi sumber kesejahteraan yang semakin kuat bagi masyarakat," ujar Simon.

Kelompok Mbuhten yang dipimpinnya saat ini membina 22 Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dengan luas pengembangan mencapai 22 hektare. Areal tersebut merupakan bagian dari Program Perluasan Pala 200 hektare yang dibiayai melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Pemerintah Pusat Tahun 2025.

Program itu dinilai menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan komoditas pala yang selama ratusan tahun telah menjadi denyut ekonomi masyarakat pesisir Fakfak.

Dalam kesempatan tersebut, Simon menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang terus memberikan dukungan bagi pengembangan perkebunan pala. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Fakfak yang secara konsisten menjadikan pala sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Perhatian khusus diberikan kepada Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, yang dalam agenda Rakornas melakukan dialog langsung dengan Menteri Pertanian RI. Dalam pertemuan itu, Bupati menyampaikan berbagai kebutuhan strategis pengembangan pala, mulai dari perluasan areal tanam, penguatan hilirisasi, pembangunan sarana pascapanen hingga rencana pembangunan industri pengolahan pala di Kabupaten Fakfak.

Bagi para petani, langkah tersebut dinilai sebagai upaya penting memperjuangkan masa depan pala agar tidak hanya berhenti sebagai komoditas bahan mentah, tetapi berkembang menjadi sumber nilai tambah yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.

Simon juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan yang tetap berupaya menghadirkan petani dalam forum nasional meskipun di tengah berbagai keterbatasan anggaran dan tantangan pembangunan daerah.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Dinas Perkebunan selama ini tidak hanya berupa program fisik, tetapi juga membangun optimisme petani untuk terus menjaga kualitas pala Fakfak yang telah dikenal luas hingga pasar internasional.

"Kami merasa bangga bisa hadir di Jakarta. Kesempatan ini memberi motivasi besar bagi petani karena kami dapat menyampaikan langsung kondisi di lapangan dan harapan kami kepada pemerintah pusat," katanya.

Di hadapan peserta Rakornas, Simon menyampaikan delapan usulan strategis petani pala Fakfak. Pertama, dukungan lanjutan terhadap program perluasan pala setelah keberhasilan pengembangan 200 hektare pada 2025 dan rencana perluasan 1.000 hektare yang sedang berproses pada 2026.

Kedua, penambahan bantuan sarana produksi seperti pupuk, alat pertanian, dan dukungan teknis lainnya untuk menunjang produktivitas kebun masyarakat.

Ketiga, perhatian pemerintah terhadap stabilitas harga pala agar petani memperoleh nilai jual yang layak dan menguntungkan.

Keempat, pembangunan industri pengolahan pala di daerah sentra produksi sehingga hasil perkebunan tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah.

Kelima, penyediaan sarana pascapanen seperti mesin pengering dan peralatan pengolahan untuk menjaga mutu produk.

Keenam, program peremajaan tanaman pala tua dan rusak guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

Ketujuh, peningkatan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bagi kelompok tani dalam aspek budidaya, pascapanen, hingga pengolahan hasil.

Kedelapan, perluasan akses pembiayaan dan permodalan bagi petani melalui program pemerintah maupun lembaga perbankan.

Menurut Simon, masa depan pala Fakfak tidak dapat dibangun hanya oleh petani semata. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat pekebun untuk memastikan komoditas rempah bersejarah itu tetap menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Baginya, pala bukan sekadar tanaman perkebunan yang menghasilkan pendapatan. Pala adalah identitas, sejarah, sekaligus warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

"Pala Fakfak harus terus dijaga kualitasnya. Kami sebagai petani juga harus menjaga kebun dengan baik karena inilah sumber kehidupan masyarakat dan masa depan anak-anak kami," ujar Simon.

Di tengah upaya pemerintah mendorong pembangunan pertanian dari wilayah timur Indonesia, harapan para pekebun Fakfak sesungguhnya sederhana: program yang berkelanjutan, harga yang berpihak kepada petani, dan industri yang mampu menghadirkan nilai tambah di tanah tempat pala itu tumbuh.

Sebab bagi masyarakat Fakfak, pala bukan hanya komoditas ekonomi. Pala adalah kebanggaan daerah yang telah menghidupi generasi demi generasi dan terus menyimpan harapan besar bagi masa depan.

 

Writter & Editor : Den