Poumako Jadi Cermin Pembangunan Mimika

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 20 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Poumako Jadi Cermin Pembangunan Mimika

Poumako Jadi Cermin Pembangunan Mimika

TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id — Pembangunan Kabupaten Mimika kini menghadapi pertanyaan mendasar: apakah kemajuan benar-benar telah dirasakan masyarakat, atau masih lebih banyak terlihat dalam program, seremoni, dan laporan keberhasilan pemerintah?

Kritik tersebut disampaikan tokoh pemuda Mimika, Arifin Letsoin, yang menilai kawasan Poumako dapat menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat sejauh mana arah pembangunan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.21/8/26

Menurut Arifin, Poumako bukan sekadar kawasan pesisir yang berada di luar pusat kota. Wilayah ini memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pintu gerbang aktivitas pelabuhan, perdagangan, perikanan, mobilitas masyarakat, serta konektivitas antardaerah.

Namun, posisi strategis tersebut, kata dia, harus diikuti dengan pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

“Poumako menjadi cermin untuk melihat apakah pembangunan Mimika benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Arifin.

Ia menilai ukuran keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya dilihat dari banyaknya program, kegiatan, seremoni, maupun publikasi pemerintah. Ukuran yang lebih penting adalah apakah masyarakat memperoleh akses jalan dan transportasi yang layak, pelayanan dasar yang memadai, lingkungan yang sehat, keamanan, serta peluang ekonomi yang lebih baik.

Menurutnya, ketika pembangunan hanya berorientasi pada capaian yang mudah dipublikasikan, masih ada risiko kebutuhan masyarakat di wilayah tertentu justru kurang mendapatkan perhatian.

“Pembangunan tidak boleh berhenti pada panggung. Tidak boleh hanya hidup dalam laporan, foto kegiatan, dan unggahan media sosial. Pembangunan harus hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Arifin juga mengingatkan bahwa besarnya kapasitas fiskal daerah harus berjalan beriringan dengan ketepatan menentukan prioritas. Pemerintah dituntut memastikan anggaran pembangunan benar-benar diarahkan pada persoalan yang paling mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagi Arifin, persoalan Poumako bukan semata-mata tentang satu wilayah. Kawasan tersebut dapat menjadi gambaran lebih luas tentang bagaimana pemerintah menentukan prioritas pembangunan di Mimika.

“Ketika pemerintah sibuk mencari tepuk tangan, masyarakat justru sibuk mencari jawaban,” tutup Arifin.

Editor: Bruce Elang