APBD Rp5,64 Triliun, Tapi Korupsi Menggunung: Mimika Disebut Daerah Dolar yang Gagal Menyejahterakan Rakyat
Mimika, KabarsulselIndonesia.web.id | Besarnya anggaran tidak selalu melahirkan pembangunan yang maju dan inovatif. Kabupaten Mimika yang memiliki APBD fantastis mencapai Rp5,64 triliun—tertinggi di Tanah Papua—justru terus dibayangi rentetan dugaan kasus korupsi yang menumpuk dari tahun ke tahun.
Di tengah kekayaan sumber daya alam dan predikat sebagai daerah tambang emas terbesar, masyarakat menilai pembangunan di Mimika berjalan pincang. Infrastruktur banyak bermasalah, proyek mangkrak terus bermunculan, sementara dugaan penyimpangan anggaran seolah tak pernah berhenti.
Kekecewaan publik kini tidak hanya diarahkan kepada pemerintah daerah, tetapi juga kepada aparat penegak hukum yang dinilai gagal menunjukkan keseriusan dalam memberantas korupsi di Mimika.
“Setiap tahun kasus korupsi terus bermunculan, tapi penanganannya seperti jalan di tempat. Rakyat mulai kehilangan kepercayaan,” ujar salah satu warga Mimika saat percakapan via telepon seluler, siang ini.
Warga bahkan menilai sejumlah kasus dugaan korupsi yang mencuat hanya menjadi tontonan publik tanpa ujung penyelesaian yang jelas. Kondisi itu memunculkan anggapan liar di tengah masyarakat bahwa perkara korupsi di Mimika diduga dijadikan “ladang ATM” oleh oknum tertentu.
“Kalau aparat benar-benar serius, harusnya banyak kasus besar sudah ada tersangkanya. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke pejabat,” tambahnya.
Sorotan tajam publik muncul karena Mimika selama ini dikenal sebagai “daerah dolar”, wilayah dengan perputaran uang yang sangat besar. Namun ironisnya, masih banyak persoalan dasar masyarakat yang belum terselesaikan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, air bersih hingga kesejahteraan masyarakat asli Papua.
Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, agar berhenti bermain aman dan segera membongkar dugaan mafia anggaran yang selama ini menggerogoti uang rakyat di Kabupaten Mimika.
Publik menilai, tanpa keberanian penegakan hukum yang bersih dan transparan, Mimika akan terus menjadi surga korupsi di tengah limpahan kekayaan alam yang seharusnya membawa kesejahteraan bagi rakyatnya.
(*****)

























Komentar via Facebook