PELATIHAN PROKTOR TKA DI MIMIKA PERKUAT AKURASI DATA DAN LEGALITAS SISWA SMA-SMK

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 29 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PELATIHAN PROKTOR TKA DI MIMIKA PERKUAT AKURASI DATA DAN LEGALITAS SISWA SMA-SMK

Dinas Pendidikan Mimika Pastikan Data Peserta Didik Kelas XII Akurat dan Siap Mengikuti Tes Kemampuan Akademik
 

Timika, KabarsulselIndonesia.web.id | Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan menggelar pelatihan proktor Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK di Timika, 29–30 September 2026.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Petrus Cahyono Balubun, S.Pd.M.Si dan diikuti perwakilan operator/proktor dari satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Mimika.

Pelatihan ini tidak sekadar membahas teknis pelaksanaan ujian. Lebih jauh, kegiatan diarahkan untuk memastikan akurasi, konsistensi, dan validitas data peserta didik sehingga tidak menjadi persoalan ketika siswa mengikuti TKA maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Cahyono menegaskan, proktor dan operator sekolah memiliki posisi strategis dalam memastikan data siswa yang tercatat dalam sistem pendidikan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di sekolah.

“Proktor dan operator sangat penting karena mereka yang menangani data siswa. Mereka harus memastikan identitas dan status peserta didik benar-benar jelas, sehingga ketika mengikuti ujian tidak muncul persoalan administrasi di kemudian hari,” ujar Petrus Cahyono Balubun.

Data Akurat Menentukan Masa Depan Siswa

Menurut Cahyono, perkembangan sistem pendidikan nasional saat ini menuntut sekolah semakin tertib dalam pengelolaan data. Data peserta didik, identitas siswa, hingga status pendidikan harus diperiksa dan diperbarui secara berkala melalui sistem yang berlaku, termasuk Dapodik.

Kesalahan atau ketidaksesuaian data dapat berdampak pada proses administrasi pendidikan siswa, termasuk ketika memasuki tahapan ujian dan membutuhkan dokumen atau sertifikat sebagai bagian dari perjalanan pendidikan berikutnya.

Karena itu, Dinas Pendidikan Mimika mendorong seluruh sekolah untuk tidak menunggu sampai muncul persoalan pada saat ujian.

“Kita ingin memastikan posisi siswa aman. Jangan sampai anak sudah belajar dengan baik, tetapi kemudian terkendala karena data atau identitasnya belum lengkap dan tidak sesuai,” tegasnya.

43 SMA-SMK Ikuti Penguatan Kapasitas

Dalam kegiatan tersebut, terdapat 43 satuan pendidikan, terdiri dari 19 SMA dan 24 SMK, yang mengikuti pelatihan melalui perwakilan operator/proktor sekolah.

Mereka mendapatkan pembekalan dari narasumber yang memiliki kompetensi di bidang penyelenggaraan TKA, termasuk materi teknis yang berkaitan dengan kesiapan sekolah, pengelolaan data peserta didik, serta pelaksanaan ujian berbasis sistem.

Pelatihan juga menjadi ruang bagi sekolah untuk mengidentifikasi persoalan data yang masih ditemukan di lapangan dan mencari solusi bersama sebelum pelaksanaan TKA.

Cahyono mengakui masih terdapat sejumlah persoalan administrasi yang perlu dibenahi, termasuk data peserta didik yang belum sepenuhnya diperbarui atau belum memiliki kelengkapan identitas sesuai ketentuan sistem pendidikan.

Dinas Pendidikan Mimika mendorong agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti, sehingga tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan mengikuti tahapan pendidikan hanya karena persoalan administrasi data yang sebenarnya masih dapat diperbaiki.

Sekolah Diminta Aktif, Jangan Menunggu Masalah

Cahyono juga mengingatkan kepala sekolah dan operator agar membangun koordinasi yang kuat.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan data tidak hanya bergantung pada operator. Kepala sekolah, tenaga administrasi, guru, dan pihak terkait harus bersama-sama melakukan pengawasan dan pembaruan data secara berkelanjutan.

“Kami berharap Dinas Pendidikan dan seluruh SMA/SMK dapat bekerja sama dengan baik. Kalau operator bekerja maksimal dan kepala sekolah melakukan monitoring, persoalan data dapat kita cegah sejak awal,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan pendidikan harus dipandang sebagai sebuah sistem yang saling terhubung, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Kualitas data pada jenjang sebelumnya akan berpengaruh terhadap kelancaran administrasi siswa ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Menuju Tata Kelola Pendidikan yang Lebih Terintegrasi

Dinas Pendidikan Mimika berharap pelatihan proktor ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pendidikan berbasis data di Kabupaten Mimika.

Setiap data peserta didik harus dapat dipertanggungjawabkan, diperbarui secara berkala, dan terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional.

Bagi siswa SMA/SMK, khususnya kelas XII, kepastian data menjadi semakin penting karena mereka akan memasuki tahapan akhir pendidikan menengah dan bersiap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.

“Kalau hari ini kita menemukan ada data yang belum akurat, mari kita benahi. Setelah kembali ke sekolah, para operator diharapkan memeriksa kembali data siswa dan berkoordinasi dengan tim di daerah apabila menemukan kendala,” ujar Cahyono.

Pelatihan ini pada akhirnya bukan hanya tentang bagaimana menjalankan perangkat ujian, tetapi tentang menjaga hak setiap siswa agar memiliki identitas pendidikan yang jelas, data yang akurat, dan kesempatan yang sama untuk mengikuti proses pendidikan secara sah dan tertib.

 

Penulis : M.G.FAKAUBUN