3.100 Liter Air untuk Jemaat GBI, Kapolres Fakfak Tunjukkan Wajah Humanis Polri
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di tengah kekeringan yang membatasi akses masyarakat terhadap air bersih, kehadiran aparat tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan. Ada kebutuhan mendasar yang menuntut respons langsung: memastikan masyarakat tetap memperoleh air untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., menerjemahkan kepedulian itu melalui penyaluran 3.100 liter air bersih kepada jemaat Gereja GBI Rock Ministry di Jalan Brawijaya Nomor 2, Puncak Onim, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Selasa (20/10/2026) sore.
Bantuan tersebut disalurkan ketika dampak kekeringan yang dikaitkan dengan fenomena El Niño masih menjadi tantangan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Bagi warga yang menghadapi keterbatasan pasokan, bantuan air bukan sekadar dukungan sosial, melainkan kebutuhan yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.
Naim memimpin langsung kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIT itu. Ia didampingi Kabag Log Polres Fakfak AKP Nasruddin Djurumudi bersama sejumlah personel kepolisian.
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 16.15 WIT dan disambut Pendeta Restu Lasompoh, S.Th. Air bersih sebanyak 3.100 liter kemudian disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan jemaat gereja tersebut.
Kepedulian yang Melampaui Tugas Keamanan
Langkah Polres Fakfak ini memperlihatkan dimensi lain dari pelayanan kepolisian. Di luar tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat, kepolisian juga dapat mengambil peran dalam membantu warga menghadapi persoalan kemanusiaan yang mendesak.
Dalam situasi kekeringan, akses terhadap air bersih memiliki arti penting bagi kebersihan, kesehatan, dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari. Karena itu, bantuan yang diberikan kepada jemaat GBI Rock Ministry diharapkan dapat mengurangi beban kebutuhan air di tengah keterbatasan pasokan.
Kehadiran Kapolres bersama personelnya juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Hubungan yang baik tidak hanya dibangun melalui penanganan gangguan keamanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan yang benar-benar dirasakan warga.
Pendekatan ini relevan di tengah situasi ketika masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi dampak kekeringan. Kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, dan elemen masyarakat memiliki ruang untuk saling mendukung sesuai kewenangan dan kemampuan masing-masing.
Apresiasi dari Jemaat Gereja
Pendeta Restu Lasompoh menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan air bersih yang diberikan Kapolres Fakfak beserta jajarannya.
Atas nama jemaat GBI Rock Ministry, ia mengapresiasi kehadiran Polres Fakfak yang membantu masyarakat di tengah keterbatasan air bersih. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan jemaat sekaligus mempererat hubungan baik antara kepolisian dan masyarakat.
Apresiasi itu menegaskan arti penting pelayanan yang dirasakan langsung oleh penerima manfaat. Ketika kebutuhan mendasar masyarakat mendapat perhatian, kepercayaan dan kedekatan antara institusi kepolisian dengan warga memiliki kesempatan untuk tumbuh melalui pengalaman nyata.
Dari Slogan Menjadi Tindakan
Semangat Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Polres Fakfak menemukan bentuk konkretnya melalui kegiatan tersebut. Air bersih menjadi sarana bantuan, sedangkan nilai yang hendak dibangun adalah solidaritas dan kepedulian di tengah kesulitan.
Bagi AKBP Naim Ishak dan jajarannya, kegiatan sosial semacam ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, termasuk jemaat gereja tanpa membedakan latar belakang.
Namun, tantangan kekeringan tentu tidak selesai dengan satu kali penyaluran bantuan. Keberlanjutan distribusi, pemetaan wilayah yang paling membutuhkan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan penyedia layanan air bersih tetap penting agar bantuan dapat menjangkau warga secara tepat.
Penyaluran 3.100 liter air bersih ini setidaknya menjadi langkah konkret untuk membantu jemaat GBI Rock Ministry menghadapi keterbatasan air. Lebih dari itu, kegiatan tersebut mengingatkan bahwa kehadiran institusi publik memperoleh makna ketika pelayanan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di tengah kekeringan, kepedulian bukan hanya soal berapa banyak air yang disalurkan. Kepedulian juga menyangkut kesediaan untuk hadir, mendengar kebutuhan warga, dan membangun kerja sama agar persoalan yang mereka hadapi tidak dibiarkan menjadi beban sendiri.
Writter: Humas Polres | Editor: Den




























Komentar via Facebook