DARI TIMIKA MENUJU PANGGUNG NASIONAL, 60 PELAJAR ADU CERDAS DI OLIMPIADE COSMII

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 20 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DARI TIMIKA MENUJU PANGGUNG NASIONAL, 60 PELAJAR ADU CERDAS DI OLIMPIADE COSMII

DARI TIMIKA MENUJU PANGGUNG NASIONAL, 60 PELAJAR ADU CERDAS DI OLIMPIADE COSMII

Matematika, Sains hingga Bahasa Jadi Arena Unjuk Talenta Pelajar Mimika

TIMIKA — Kabarsulselindonesia.web.id — Semangat meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi berprestasi kembali terlihat di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Sebanyak 60 pelajar mengikuti COSMII (Competition Olimpiade Sains, Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) yang digelar bekerja sama dengan SD AMI Timika.

Kompetisi tersebut mempertemukan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Sejumlah sekolah yang ambil bagian antara lain TK AMI, SD AMI, SD Negeri 1, SD Sola Gratia, SD Al-Islah, SD Cordova, SMP Negeri 8, serta SMA YPPK Tiga Raja.

Para peserta berkompetisi dalam sejumlah bidang akademik, yakni Matematika, Sains, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Ajang ini tidak hanya menjadi arena untuk memperebutkan juara, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengukur kemampuan, melatih kepercayaan diri, meningkatkan konsentrasi serta membangun pengalaman menghadapi kompetisi akademik.

Matematika Jadi Salah Satu Bidang Favorit

Dari sejumlah mata pelajaran yang diperlombakan, Matematika menjadi salah satu bidang yang cukup diminati peserta.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa minat pelajar Timika terhadap kemampuan numerasi, logika dan pemecahan masalah terus berkembang.

Pelaksanaan kompetisi berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.50 WIT. Setiap mata pelajaran diberikan waktu pengerjaan sekitar 90 menit.

Kondisi tersebut menuntut peserta bukan hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengatur waktu dan menjaga konsentrasi selama perlombaan.

Dorong Generasi Mimika Berani Bersaing

Kompetisi akademik seperti COSMII memiliki arti penting dalam pengembangan potensi peserta didik.

Hal tersebut sejalan dengan amanat Pasal 31 UUD 1945 yang menegaskan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan.

Sementara UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pengembangan potensi peserta didik juga menjadi bagian dari kerangka Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 57 Tahun 2021, yang kemudian diubah melalui PP Nomor 4 Tahun 2022.

Karena itu, ruang-ruang kompetisi akademik perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang mendorong anak-anak untuk berani mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.

Ada Peserta dengan Rekam Prestasi

Di antara puluhan peserta, terdapat pelajar yang sebelumnya telah memiliki pengalaman mengikuti kompetisi akademik hingga tingkat nasional.

Salah satunya Trivian Barto Rongrean, yang disebut pernah meraih Juara I Matematika dalam Lomba Potensi Sains serta mengikuti kompetisi tingkat nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kegiatan yang diselenggarakan JSO.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk terus membangun budaya prestasi di kalangan pelajar Mimika.

Kehadiran peserta dengan pengalaman kompetisi juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya agar tidak takut bermimpi dan berani membawa nama sekolah maupun daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Target Berikutnya: Panggung Nasional

Penyelenggara berharap peserta dari Timika dapat melanjutkan perjuangan ke babak penyisihan wilayah dan memperoleh kesempatan mengikuti babak final yang dijadwalkan berlangsung di Universitas Indonesia pada 20 Desember 2026.

Jika berhasil melangkah ke tingkat nasional, para pelajar tersebut bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama sekolah dan Kabupaten Mimika.

Bagi Mimika, keberhasilan dalam kompetisi akademik tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau gelar juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia.

Anak-anak yang hari ini duduk mengerjakan soal Matematika, Sains dan Bahasa adalah generasi yang kelak diharapkan mampu menjadi dokter, guru, peneliti, insinyur, profesional hingga pemimpin masa depan.

Karena itu, dukungan sekolah, orang tua, pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan agar talenta-talenta muda tersebut mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

Dari ruang kelas di Timika, mimpi menuju panggung nasional sedang dimulai.

Kini tantangannya adalah memastikan potensi tersebut tidak berhenti pada satu perlombaan, tetapi terus dikembangkan menjadi budaya prestasi pendidikan di Kabupaten Mimika.

Penulis: M.G. Fakaubun

Editor: Bruce Elang