Pecahkan Rekor Euforia,Lautan Putih-Biru Kuasai Tual-Malra Dalam Konvoi Damai Piala Dunia 2026

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 11 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pecahkan Rekor Euforia,Lautan Putih-Biru Kuasai Tual-Malra Dalam Konvoi Damai Piala Dunia 2026

Pecahkan Rekor Euforia,Lautan Putih-Biru Kuasai Tual-Malra Dalam Konvoi Damai Piala Dunia 2026

Langgur Kabarsulselindonesia.Web.id – Gelombang putih-biru membanjiri Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (11/6/2026). Puluhan ribu pendukung Tim Nasional Argentina turun ke jalan dalam Konvoi Damai Piala Dunia 2026, mengubah Kepulauan Kei menjadi panggung euforia terbesar para penggemar Albiceleste di kawasan timur Indonesia.

Diperkirakan sedikitnya 27 ribu fans Argentina memadati kawasan Taman Landmark Langgur hingga sepanjang rute konvoi. Lautan manusia berbaju putih-biru, kibaran bendera Argentina, serta gemuruh yel-yel dukungan menjadi pemandangan yang menyita perhatian masyarakat.

Pembina AFA Tual-Malra Kepulauan Kei, A. Buce (Obama) Rahakbauw, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh fans Argentina yang dinilai berhasil menunjukkan wajah sepak bola yang bermartabat, penuh persaudaraan, dan jauh dari konflik.

“Ini bukan sekadar konvoi biasa. Ini sejarah. Dunia harus tahu bahwa fans Argentina di Kepulauan Kei mampu menunjukkan fanatisme yang sehat, damai, dan menjunjung tinggi persaudaraan,” tegas Obama Rahakbauw.

Menurutnya, keberhasilan menggelar konvoi dengan jumlah peserta yang sangat besar tanpa menimbulkan gangguan keamanan merupakan bukti kedewasaan para suporter Argentina di Kepulauan Kei.

“Puluhan ribu orang turun ke jalan, tetapi tidak ada perpecahan. Tidak ada kekacauan. Yang ada hanya semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap sepak bola. Ini patut diapresiasi,” katanya.

Rahakbauw menegaskan, konvoi damai tersebut telah membuktikan bahwa masyarakat Kei mampu menghadirkan perayaan sepak bola yang besar sekaligus bermartabat.

“Pesan yang ingin kita sampaikan kepada dunia sangat jelas. Kita boleh berbeda pilihan tim, tetapi kita tetap bersaudara. Dari tanah Kei, kita tunjukkan bahwa sepak bola adalah alat pemersatu, bukan sumber perpecahan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada aparat keamanan, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang telah menjaga suasana tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

Konvoi Damai Piala Dunia 2026 ini disebut sebagai salah satu perhelatan suporter terbesar yang pernah terjadi di Tual dan Maluku Tenggara. Ribuan warga dari berbagai kalangan larut dalam euforia yang berlangsung meriah, sekaligus menegaskan besarnya kecintaan masyarakat Kepulauan Kei terhadap sepak bola.

“Terima kasih keluarga besar AFA dan seluruh fans Argentina. Hari ini kita telah membuktikan bahwa Kepulauan Kei tidak hanya dikenal karena adat dan budayanya, tetapi juga karena semangat persatuan, sportivitas, dan kedamaian yang kita tunjukkan kepada dunia,” tutup Obama Rahakbauw.

Kemeriahan lautan putih-biru tersebut pun viral di berbagai platform media sosial. Foto dan video yang beredar memperlihatkan antusiasme luar biasa masyarakat Kei, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dapat tumbuh dan dirawat melalui olahraga yang dicintai bersama.

Editor : Bruce Elang :::