PWI Malra Angkat Bicara: Pablo Rafra Dinilai Berhasil Hidupkan KNPI, Pemuda Ditantang Keluar dari Politik Seremonial
Langgur, KabarsulselIndonesia.web.id | Di tengah seringnya organisasi kepemudaan terjebak dalam rutinitas seremonial dan perebutan posisi kepemimpinan, pelaksanaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) DPD KNPI Maluku Tenggara, Sabtu (6/6/2026), menghadirkan pesan berbeda. Forum tersebut menjadi panggung evaluasi sekaligus ujian bagi masa depan gerakan pemuda di daerah.
Ketua PWI Maluku Tenggara, Agustinus Buce Rahakbauw, secara terbuka memberikan apresiasi kepada Karateker Ketua DPD KNPI Maluku Tenggara, Agustinus Pablo Rafra. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi organisasi kepemudaan, Pablo mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus membuka ruang konsolidasi yang lebih sehat menjelang Musyawarah Daerah (Musda).
Bagi Rahakbauw, keberhasilan sebuah organisasi bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan dari kemampuannya melahirkan gagasan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam konteks itu, ia menilai Rapimpurda menjadi momentum penting untuk mengembalikan KNPI pada khitahnya sebagai rumah besar pemuda, bukan sekadar arena perebutan pengaruh.
"KNPI memiliki posisi strategis sebagai mitra pembangunan daerah. Karena itu, saya melihat langkah-langkah yang dilakukan saudara Pablo Rafra patut diapresiasi karena mampu menjaga semangat kebersamaan sekaligus menghidupkan kembali dinamika organisasi kepemudaan di Maluku Tenggara," kata Rahakbauw.
Namun apresiasi tersebut tidak datang tanpa catatan. Rahakbauw mengingatkan bahwa tantangan terbesar organisasi pemuda saat ini bukan hanya soal regenerasi kepemimpinan, melainkan bagaimana menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi generasi muda, mulai dari pengangguran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga minimnya ruang inovasi dan kewirausahaan.
Menurut dia, Rapimpurda harus menjadi forum yang menghasilkan agenda perjuangan yang konkret, bukan sekadar melahirkan dokumen rekomendasi yang berakhir di rak arsip organisasi.
"Pemuda tidak boleh hanya sibuk berdebat soal jabatan. Mereka harus hadir membawa solusi. Daerah membutuhkan gagasan segar, energi perubahan, dan kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujarnya.
Rahakbauw juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang sehat antara organisasi kepemudaan dan media massa. Dalam pandangannya, pers memiliki fungsi strategis sebagai mitra kritis yang mampu mengawal sekaligus memperkuat gerakan-gerakan positif yang lahir dari kalangan pemuda.
Ia menilai sinergi antara insan pers dan organisasi kepemudaan menjadi kebutuhan penting di era keterbukaan informasi. Kolaborasi tersebut dapat mendorong lahirnya program-program pemberdayaan yang lebih terukur serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.
Di sisi lain, Rahakbauw mengingatkan seluruh elemen pemuda agar menjaga iklim demokrasi menjelang Musda KNPI Maluku Tenggara.
Perbedaan pandangan, menurutnya, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses organisasi. Namun seluruh dinamika itu harus tetap berada dalam koridor persatuan dan kepentingan bersama.
"Pemuda harus memberi contoh dalam berdemokrasi. Kompetisi boleh terjadi, tetapi jangan sampai memecah persaudaraan. Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu merawat perbedaan menjadi kekuatan," katanya.
Pelaksanaan Rapimpurda kali ini dinilai menjadi titik penting bagi arah perjalanan KNPI Maluku Tenggara ke depan. Forum tersebut tidak hanya menentukan langkah organisasi menjelang Musda, tetapi juga menjadi ukuran sejauh mana pemuda mampu mengambil peran sebagai kekuatan moral dan agen perubahan di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah.
Harapan besar kini tertuju pada KNPI Maluku Tenggara. Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, organisasi kepemudaan itu dituntut membuktikan bahwa eksistensinya bukan sekadar simbol, melainkan kekuatan nyata yang mampu melahirkan pemimpin visioner, progresif, dan berpihak pada masa depan generasi muda Maluku Tenggara.
Writter & Editor : Elang

























Komentar via Facebook