Hardiknas 2026 di Fakfak: SMAN 2 Luncurkan Pala Tomandin Grafting dan Pupuk Organik Asli Papua untuk Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal
Fakfak, Kabarsulselindonesia.web.id | Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Fakfak akan ditandai dengan sebuah langkah strategis: peluncuran program Pala Tomandin Grafting di SMA Negeri 2 Fakfak, yang dipadukan dengan penggunaan pupuk Tekno Organik Papua (TOP).
Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara SMAN 2 Fakfak dan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, sebagai upaya menghadirkan pendidikan kontekstual yang bertumpu pada potensi unggulan daerah.
Program ini tidak sekadar seremoni penanaman pohon. Ia dirancang sebagai gerakan edukasi perkebunan berbasis kearifan lokal, yang mempertemukan inovasi teknologi budidaya dengan semangat kemandirian produk asli Papua. Pala Tomandin Grafting dipilih sebagai simbol percepatan pengembangan pala unggul komoditas yang sejak lama menjadi identitas Fakfak.
Melalui teknik grafting atau sambung pucuk, bibit pala memiliki sejumlah keunggulan: masa berbuah yang relatif lebih cepat, pertumbuhan lebih seragam, serta pewarisan sifat unggul dari pohon induk terpilih. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas tanaman pala sebagai komoditas andalan daerah.
Peluncuran tersebut juga akan dibarengi dengan penggunaan pupuk Tekno Organik Papua (TOP), produk organik asli Papua yang dikembangkan untuk mendukung kesuburan tanah secara alami dan berkelanjutan.
Penggunaan pupuk ini ditujukan untuk memperbaiki struktur tanah, memperkuat sistem perakaran, menjaga keseimbangan unsur hara, serta menunjang pertumbuhan tanaman secara sehat tanpa ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Fakfak, Chandra Sri Ubayati, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang membumi dan relevan dengan realitas sosial-ekonomi peserta didik.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal teori di ruang kelas, tetapi juga belajar langsung dari tanah tempat mereka berpijak. Program ini mengajarkan pentingnya inovasi, pelestarian lingkungan, dan kebanggaan terhadap produk lokal. Pendidikan karakter harus tumbuh dari akar budaya dan kekayaan alam daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T menegaskan bahwa pengembangan bibit unggul harus berjalan seiring dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat.
“Pala Tomandin Grafting adalah inovasi percepatan pengembangan pala unggul dengan waktu tumbuh dan berbuah yang lebih cepat. Tekno Organik Papua menjadi bukti bahwa Papua mampu menghadirkan produk pendukung pertanian yang berkualitas. Ketika bibit unggul dipadukan dengan pupuk organik lokal, kita membangun ekosistem perkebunan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, lebih dari sekadar aspek teknis pertanian, program ini membawa pesan sosial yang kuat: menumbuhkan kepercayaan generasi muda terhadap potensi tanah Papua sendiri.
Rencana peluncuran yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional itu sepenuhnya dipersiapkan oleh SMA Negeri 2 Fakfak, sementara Dinas Perkebunan akan memberikan dukungan teknis dalam proses penanaman serta pendampingan edukatif.
Dari lingkungan sekolah, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan keyakinan terhadap kekuatan daerahnya.
Di Fakfak, pendidikan dan perkebunan kini dipertemukan dalam satu pesan yang sama: masa depan dibangun dari tanah sendiri.
Writter : Den | Editor : Den

























Komentar via Facebook