Emil E. Wakei: Papua Butuh Keadilan, Bukan Konflik Berkepanjangan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 25 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Emil E. Wakei: Papua Butuh Keadilan, Bukan Konflik Berkepanjangan

Emil E. Wakei: Papua Butuh Keadilan, Bukan Konflik Berkepanjangan

TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Dewan Jalanan Papua, Emil E. Wakei, menyampaikan pandangannya mengenai konflik yang telah berlangsung puluhan tahun di Tanah Papua. Menurutnya, penyelesaian persoalan Papua tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan, tetapi memerlukan komitmen politik yang mengedepankan dialog, keadilan, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.26/07/2026

Dalam pandangannya, konflik yang telah berlangsung sejak dekade 1960-an telah menimbulkan penderitaan bagi berbagai pihak. Ia menyebut bahwa korban tidak hanya berasal dari kalangan aparat TNI-Polri maupun kelompok bersenjata, tetapi juga masyarakat sipil yang kehilangan keluarga, tempat tinggal, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan akibat dampak konflik.

Emil berpendapat bahwa akar persoalan Papua perlu diselesaikan secara menyeluruh melalui dialog yang melibatkan pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pembangunan fisik semata belum cukup apabila tidak diiringi dengan rasa keadilan, penghormatan terhadap hak masyarakat adat, serta perlindungan hak asasi manusia.

Ia juga menilai bahwa kebijakan pembangunan, Otonomi Khusus, maupun pemekaran daerah perlu terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan.

Lebih lanjut, Emil mengajak semua pihak untuk mengedepankan penyelesaian damai melalui dialog daripada kekerasan. Menurutnya, perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pihak memiliki ruang untuk saling mendengar, membangun kepercayaan, dan mencari solusi bersama sesuai prinsip negara hukum serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Menutup pernyataannya, Emil menegaskan bahwa harapan terbesar masyarakat Papua adalah hadirnya rasa keadilan, keamanan, dan kepastian masa depan bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.

   "Papua tidak membutuhkan konflik yang terus berulang. Yang dibutuhkan adalah keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan keberanian semua pihak untuk membangun dialog demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan," ujar Emil E. Wakei.

Editor: Bruce Elang