Dari Turnamen ke Prestasi: Naufal K Alkatiri Desak Pembinaan Atlet Muda Maluku Tenggara Berkelanjutan
MALUKU TENGGARA, Kabarsulselindonesia.web.id — Turnamen Tenis Meja Bupati Cup 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara diharapkan tidak berakhir sebatas kompetisi dan seremoni olahraga. Momentum ini harus menjadi titik awal penguatan pembinaan atlet secara berkelanjutan, terutama bagi generasi muda yang memiliki potensi untuk berkembang dan mengharumkan nama daerah.24/10/26
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum (Waketum) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Maluku, Naufal K. Alkatiri, saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon seluler. Naufal juga turut berpartisipasi sebagai peserta dalam turnamen Bupati Cup 2026.
Menurut Naufal, penyelenggaraan turnamen merupakan langkah positif untuk menghidupkan semangat olahraga dan mempertemukan para atlet dalam kompetisi. Namun, keberhasilan sebuah turnamen tidak cukup diukur dari kelancaran acara atau siapa yang keluar sebagai juara. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana kegiatan tersebut mampu melahirkan program pembinaan yang konsisten dan menghasilkan atlet berprestasi.
“Harapan saya, momentum ini jangan berhenti sampai di sini, tetapi harus terus ditingkatkan dengan baik. Kita membina anak-anak mulai dari tingkat SD, SLTP, SLTA, hingga perguruan tinggi. Karena itu, kita harus bahu-membahu bersama PTMSI Kabupaten Maluku Tenggara untuk terus meningkatkan kualitas bibit-bibit atlet kita,” ungkap Naufal.
Pembinaan Atlet Tidak Boleh Berhenti Setelah Turnamen Berakhir
Naufal menekankan bahwa pembinaan tenis meja membutuhkan proses panjang, terarah, dan berkesinambungan. Potensi atlet muda tidak akan berkembang maksimal apabila hanya diberikan kesempatan bertanding pada kegiatan tertentu tanpa didukung latihan rutin, pendampingan pelatih, serta kompetisi yang berkelanjutan.
Lingkungan pendidikan, menurutnya, dapat menjadi salah satu pintu utama untuk menemukan dan mengembangkan bakat-bakat baru. Karena itu, keterlibatan pelajar sejak tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi perlu diperkuat melalui kerja sama antara PTMSI, sekolah, pelatih, orang tua, dan pemerintah daerah.
Pembinaan yang terencana juga penting untuk memastikan bahwa atlet muda tidak hanya mampu berpartisipasi, tetapi memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan teknis, mental bertanding, kedisiplinan, dan sportivitas.
Dengan demikian, Bupati Cup 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Turnamen ini perlu menjadi momentum evaluasi untuk memetakan potensi atlet, menyusun program latihan, dan merancang kompetisi lanjutan sebagai bagian dari proses menuju prestasi yang lebih tinggi.
Naufal Dorong Sinergi Pemda Maluku Tenggara dan Kota Tual
Selain menyoroti pembinaan atlet, Naufal menyampaikan pentingnya koordinasi antara PTMSI dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Pemerintah Kota Tual.
Ia berharap kedua pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga tenis meja, khususnya pembinaan atlet di lingkungan pendidikan.
“Kami akan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual agar PTMSI bisa berdiri di garis depan dalam membina anak-anak kita di bangku pendidikan. Kami berharap pembinaan ini didukung oleh kedua pemerintah daerah,” ujarnya.
Dorongan tersebut menempatkan kolaborasi sebagai salah satu kunci pengembangan olahraga daerah. PTMSI memiliki peran dalam pembinaan dan pengembangan cabang olahraga, sementara pemerintah daerah dapat mendukung sesuai kewenangan, kebijakan, dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Meski demikian, sinergi tersebut perlu diwujudkan melalui langkah konkret, seperti penyusunan program kerja, peningkatan kapasitas pelatih, pemanfaatan fasilitas olahraga, serta penyelenggaraan kompetisi secara berkala.
Tanpa kesinambungan program dan evaluasi yang jelas, potensi atlet muda berisiko tidak berkembang secara optimal. Karena itu, dukungan terhadap tenis meja sebaiknya tidak hanya muncul ketika turnamen berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari agenda pembinaan olahraga daerah.
Ukuran Keberhasilan Adalah Prestasi dan Keberlanjutan
Keikutsertaan Naufal K. Alkatiri sebagai peserta Bupati Cup 2026 menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam olahraga. Namun, pesan utama yang disampaikannya melampaui hasil pertandingan: masa depan tenis meja membutuhkan komitmen bersama untuk membangun sistem pembinaan yang lebih kuat.
Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa semangat yang tumbuh selama turnamen dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata setelah kompetisi berakhir. PTMSI perlu memperkuat pembinaan atlet, sedangkan pemerintah daerah dan lingkungan pendidikan diharapkan mengambil bagian sesuai peran masing-masing.
Prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan latihan yang disiplin, pelatih yang kompeten, fasilitas yang memadai, kesempatan berkompetisi, serta dukungan yang konsisten.
Bupati Cup 2026 akan memiliki arti yang lebih besar apabila mampu meninggalkan warisan berupa pembinaan atlet yang berkelanjutan, bukan hanya kenangan tentang sebuah turnamen.**
Pesan Naufal K. Alkatiri menjadi pengingat bahwa keberhasilan olahraga daerah tidak semata-mata ditentukan oleh meriahnya penyelenggaraan, tetapi oleh keseriusan semua pihak dalam menyiapkan generasi atlet berikutnya.
Waketum PTMSI Provinsi Maluku: Naufal K. Alkatiri
*Bupati Cup 2026 — Menggelorakan Sportivitas, Memperkuat Pembinaan, Membangun Prestasi.*
Editor: Bruce Elang




























Komentar via Facebook