Ketua Hanura Deiyai Desak Gubernur, DPRP, MRP, dan Delapan Bupati Papua Tengah Bersikap Tegas Hentikan Konflik Bersenjata

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 06 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ketua Hanura Deiyai Desak Gubernur, DPRP, MRP, dan Delapan Bupati Papua Tengah Bersikap Tegas Hentikan Konflik Bersenjata

Ketua Hanura Deiyai Desak Gubernur, DPRP, MRP, dan Delapan Bupati Papua Tengah Bersikap Tegas Hentikan Konflik Bersenjata

Deiyai Kabarsulselindonesia.web.id – Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Deiyai, Maikel Tobai, mendesak Gubernur Papua Tengah, Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, DPR Papua Tengah, delapan bupati, serta seluruh DPRD kabupaten di wilayah Papua Tengah untuk tidak tinggal diam menyikapi konflik bersenjata yang terus memakan korban jiwa warga sipil, khususnya di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak.06/07/26

Menurut Maikel Tobai, para pemimpin daerah memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk segera mengambil langkah nyata demi menghentikan kekerasan yang berkepanjangan. Ia menilai masyarakat sipil terus menjadi pihak yang paling menderita akibat situasi keamanan yang belum kunjung membaik.

"Kami mendesak Gubernur Papua Tengah, MRP, DPR Papua Tengah, delapan bupati, dan seluruh DPRD agar tidak hanya menjadi penonton. Rakyat membutuhkan tindakan nyata untuk menyelamatkan nyawa masyarakat Papua Tengah," tegas Maikel.

Ia juga meminta pemerintah pusat mengevaluasi pendekatan keamanan di wilayah konflik. Menurutnya, aparat keamanan harus mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil dan memastikan setiap operasi dilakukan sesuai hukum serta menghindari jatuhnya korban dari kalangan warga.

"Kami berharap keselamatan rakyat menjadi prioritas utama. Jangan sampai anak-anak, perempuan, ibu hamil, tokoh agama, dan masyarakat yang tidak terlibat menjadi korban dalam konflik yang terus berlangsung," ujarnya.

Maikel menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi memang penting, namun menurutnya semua itu tidak akan memiliki arti apabila masyarakat terus hidup dalam ketakutan.

 "Uang dan pembangunan memang penting, tetapi keselamatan manusia harus menjadi prioritas. Pembangunan tidak akan berarti jika masyarakat terus hidup dalam ketakutan dan kehilangan anggota keluarganya," kata Maikel Tobai.»

Ia juga mengajak seluruh unsur pimpinan daerah di Papua Tengah untuk bersatu menyuarakan perdamaian dan mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, sehingga keamanan dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.

Menurut Maikel, para wakil rakyat di tingkat kabupaten maupun provinsi harus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat dengan memperjuangkan solusi damai, bukan membiarkan konflik terus berlarut-larut.

Editor: Bruce Elang