Tifa Menggema, Mapurjaya Kenang Sejarah di HUT ke-50

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 18 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tifa Menggema, Mapurjaya Kenang Sejarah di HUT ke-50

Tifa Menggema, Mapurjaya Kenang Sejarah di HUT ke-50

MIMIKA, Kabarsulselindonesia.web.id — Bunyi tifa menggema dari malam hingga pagi mengiringi peringatan HUT ke-50 Mapurjaya. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus pengingat pentingnya menjaga sejarah dan budaya bagi generasi penerus.18/08/2026

Ketua Panitia HUT Mapurjaya ke-50, Hendrikus Mauri, mengatakan rangkaian perayaan diawali prosesi adat oleh para tua-tua menuju tugu. Prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan dan permintaan izin secara adat sebelum kegiatan dilaksanakan.

“Ini bukan sekadar seremonial. Ini tradisi turun-temurun yang harus tetap dijaga. Bunyi tifa menjadi bagian dari kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan orang tua,” ujar Hendrikus.

Menurutnya, makna simbol-simbol adat, termasuk pemukulan tifa, harus dijelaskan oleh para tetua adat atau kepala suku yang memahami sejarah dan filosofi tradisi tersebut.

Hendrikus berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian sejarah dan budaya Mapurjaya. Ia mendorong agar pemukulan tifa ke depan dapat dikembangkan menjadi agenda budaya yang lebih besar dan melibatkan masyarakat dari berbagai distrik.

“Kalau kita ingin sejarah Mapurjaya terus hidup, kegiatan seperti ini harus dibuat lebih besar agar generasi muda dapat belajar dan mengenal warisan para pendahulu,” tegasnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya merayakan HUT ke-50, tetapi menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan mengenal kembali sejarah, adat, dan perjuangan para perintis Mapurjaya.

Hendrikus menegaskan, 50 tahun Mapurjaya bukan sekadar angka, tetapi perjalanan sejarah yang harus terus diwariskan agar tidak terputus oleh perubahan zaman.

Penulis: M.G. Fakaubun

Editor: HR