Wabup Tanimbar Tegaskan Ekraf Tak Boleh Jalan di Tempat: Laut dan Ukiran Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 12 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wabup Tanimbar Tegaskan Ekraf Tak Boleh Jalan di Tempat: Laut dan Ukiran Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

Wabup Tanimbar Tegaskan Ekraf Tak Boleh Jalan di Tempat: Laut dan Ukiran Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

TANIMBAR Kabarsulselindonesia.web.id — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menegaskan bahwa ekonomi kreatif tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial. Potensi lokal yang selama ini hidup di tengah masyarakat harus didorong menjadi kekuatan ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mengangkat identitas Tanimbar ke tingkat yang lebih luas.

Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Srikandi dr. Juliana CH Ratuanak, mendorong agar kekayaan laut serta seni ukiran khas daerah tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki daya saing.

Menurutnya, Tanimbar memiliki modal besar untuk membangun ekonomi kreatif berbasis potensi daerah. Laut dengan kekayaan hasil perikanannya, serta ukiran yang mengandung nilai budaya dan sejarah, merupakan aset yang harus dikelola secara serius dan berkelanjutan.12/08/2026

“Potensi yang kita miliki jangan hanya menjadi kebanggaan, tetapi harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” menjadi semangat yang ditekankan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Tanimbar.

Dorongan tersebut menempatkan pelaku UMKM, perajin, nelayan, seniman, dan generasi muda sebagai bagian penting dalam rantai pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Wabup juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk. Kreativitas masyarakat perlu dibarengi dengan inovasi, kemasan yang menarik, pemasaran yang lebih luas, serta pemanfaatan teknologi digital agar produk lokal tidak hanya dikenal di Tanimbar, tetapi mampu menembus pasar regional bahkan nasional.

Jangan Sekadar Punya Potensi

Tantangan terbesar bukan lagi soal ada atau tidaknya potensi. Tanimbar memiliki sumber daya dan kekayaan budaya yang kuat. Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut diubah menjadi produk unggulan yang memberikan manfaat ekonomi secara nyata.

Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, masyarakat adat, hingga generasi muda.

Laut dan ukiran dapat menjadi dua kekuatan yang saling melengkapi. Kekayaan laut dapat dikembangkan melalui produk olahan dan usaha kreatif berbasis hasil perikanan, sementara ukiran dapat diperkuat sebagai produk kerajinan sekaligus identitas budaya Tanimbar.

Jika dikelola secara konsisten, sektor tersebut berpeluang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sektor-sektor ekonomi konvensional.

Dari Potensi Lokal Menuju Pasar Lebih Luas

Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar berharap ekonomi kreatif ke depan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang kuat.

Pemerintah daerah dituntut hadir melalui pembinaan, fasilitasi, promosi, akses permodalan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta membuka ruang pemasaran yang lebih luas.

Dengan demikian, karya masyarakat Tanimbar tidak berhenti di pasar lokal. Produk-produk kreatif daerah harus memiliki kesempatan untuk tampil dan bersaing di luar Tanimbar.

Pesan yang ingin dibangun jelas: Tanimbar tidak boleh hanya menjadi daerah yang kaya potensi, tetapi harus mampu menjadi daerah yang berhasil mengubah potensinya menjadi kekuatan ekonomi.

Laut dan ukiran bukan sekadar simbol kekayaan Tanimbar. Jika dikelola dengan serius, keduanya dapat menjadi bagian dari mesin ekonomi kreatif yang menggerakkan masyarakat dan memperkuat masa depan ekonomi daerah.

Penulis : JCS

Editor    : Bruce Elang