Musda KNPI Malra Buntu,Ketua PMII Tuduh SC dan Panitia Kehilangan Netralitas"
"Musda KNPI Malra Buntu,Ketua PMII Tuduh SC dan Panitia Kehilangan Netralitas"
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Ketua PMII Kabupaten Maluku Tenggara, Pandi Jamlean, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Pemenangan calon Ketua DPD KNPI Maluku Tenggara periode 2026–2029, Kace E. Ubro, M.Si, melontarkan kritik keras terhadap Steering Committee (SC) dan panitia pelaksana Musda IX KNPI Maluku Tenggara yang dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya secara profesional.
Menurut Pandi, kondisi deadlock yang terjadi dalam sidang pleno Musda KNPI merupakan akibat dari proses persidangan yang terus mengalami penundaan tanpa kepastian sejak awal pelaksanaan. Ia menilai alasan penundaan yang disampaikan panitia tidak memberikan kejelasan kepada peserta Musda.
“Dari hari Senin sampai Sabtu tidak ada kepastian. Kondisi ini menimbulkan dugaan di kalangan kami bahwa SC dan panitia sudah tidak netral dan cenderung berpihak kepada kandidat tertentu sehingga proses sidang terus mengalami tarik ulur,” ujar Pandi.
Ia mengungkapkan, pada saat pembukaan Musda di Hotel Safira terdapat 81 peserta yang melakukan registrasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) telah memberikan rekomendasi dukungan kepada Kace Ubro.
Sementara dalam perkembangan sidang di Aula Kodim, Pandi menyebut jumlah OKP yang hadir mencapai 135 organisasi. Pihaknya mengklaim memiliki dukungan mayoritas, sedangkan kubu kandidat lainnya hanya mengantongi 57 rekomendasi. Namun, menurutnya, jumlah tersebut masih harus disesuaikan dengan keputusan tata tertib Musda karena terdapat sejumlah OKP dan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) yang berstatus sebagai peserta peninjau dan belum tentu memiliki hak suara.
Pandi juga menyoroti sidang pleno I yang berlangsung pada malam sebelumnya dan berakhir deadlock. Ia menilai pimpinan sidang belum mampu menyelesaikan persoalan konstitusi organisasi serta tata kelola administrasi persidangan.
Meski demikian, ia mengajak seluruh pihak yang berkepentingan dalam Musda IX KNPI Maluku Tenggara untuk mengedepankan proses yang sehat, demokratis, dan bermartabat.
“KNPI jangan terus menjadi organisasi yang tenggelam karena konflik internal dan proses yang tidak sehat. Kita harus mengembalikan KNPI sebagai rumah besar pemuda dan wadah perjuangan seluruh OKP,” tegasnya.
Pandi juga mengingatkan pesan Bupati Maluku Tenggara saat pembukaan Musda yang meminta seluruh elemen pemuda mendukung, menyatukan, dan menata kembali KNPI sebagai mitra pembangunan daerah.
Menurutnya, Kace E. Ubro bersama OKP pendukung telah menyiapkan arah baru KNPI Maluku Tenggara melalui 11 program prioritas yang akan dijalankan apabila dipercaya memimpin organisasi tersebut pada periode 2026–2029.
Program tersebut meliputi konsolidasi organisasi pemuda, Diklat Bela Negara, reaktualisasi Hukum Larvul Ngabal dan budaya Kei, pengembangan kewirausahaan pemuda, Expo Pemuda, Pekan Ilmiah Pemuda, Festival Seni dan Budaya, Dance Competition “Battle of Maluku Tenggara Hebat”, KNPI Idol, pemilihan Duta Wisata Pemuda, serta penyelenggaraan berbagai event olahraga kepemudaan.
Pandi menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen mengawal jalannya Musda agar berlangsung transparan, adil, dan sesuai dengan aturan organisasi demi mengembalikan marwah KNPI Maluku Tenggara.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook