Ketua DPRK Fakfak: Paskibra Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera, tetapi Menempa Disiplin dan Cinta Tanah Air

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 16 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ketua DPRK Fakfak: Paskibra Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera, tetapi Menempa Disiplin dan Cinta Tanah Air

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pengukuhan 80 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Fakfak menjadi lebih dari sekadar seremoni menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Fakfak, Amir Rumbouw, S.T., momentum tersebut merupakan bagian penting dari proses menempa generasi muda agar memiliki disiplin, kecintaan terhadap tanah air, sekaligus kesiapan menghadapi masa depan.

Amir menyampaikan hal itu usai menghadiri prosesi pengukuhan 80 anggota Paskibra Kabupaten Fakfak di Gedung KONI Fakfak, Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, Minggu (16/8/2026).

Menurut Amir, proses panjang yang telah dijalani para anggota Paskibra selama kurang lebih tiga bulan tidak boleh dipandang hanya sebagai persiapan teknis untuk menjalankan tugas pada upacara pengibaran Sang Merah Putih.

Ada nilai yang jauh lebih penting yang dibawa pulang oleh setiap anggota Paskibra setelah melewati proses tersebut.

“Harapannya, pertama mereka cinta tanah air. Kedua, dengan keterlibatan mereka di Paskibra ini ada sesuatu hal yang baru yang mereka dapatkan, terutama tentang disiplin,” ujar Amir kepada wartawan.

Bagi Amir, disiplin merupakan salah satu modal penting yang akan menentukan perjalanan generasi muda setelah mereka meninggalkan barisan Paskibra. Ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, kemampuan bekerja dalam tim, ketahanan menghadapi tekanan, hingga tanggung jawab terhadap tugas merupakan nilai yang menurutnya akan terus berguna dalam kehidupan mereka.

Karena itu, pengalaman selama menjadi Paskibra diharapkan tidak berhenti ketika upacara 17 Agustus selesai.

Amir berharap pembentukan karakter yang berlangsung selama masa pelatihan dapat menjadi bekal bagi para anggota Paskibra untuk menapaki berbagai tahapan kehidupan, termasuk ketika mereka kelak menghadapi seleksi pendidikan maupun pekerjaan.

“Kami berharap mudah-mudahan ini menjadi bekal mereka untuk kemudian di kemudian hari ada tes-tes yang berkaitan dengan mereka,” katanya.

Dari Barisan Paskibra ke Masa Depan

Pesan Amir memiliki makna yang lebih luas. Paskibra, dalam pandangannya, bukan hanya tentang langkah kaki yang seragam atau ketepatan ketika mengibarkan bendera. Di balik barisan yang tampak rapi itu terdapat proses pendidikan karakter yang menuntut setiap peserta belajar tentang tanggung jawab dan kedisiplinan.

Selama kurang lebih tiga bulan, 80 putra-putri Fakfak ditempa untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas pada momentum sakral peringatan kemerdekaan. Mereka tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga dituntut mampu menjaga konsentrasi, kekompakan, mental, dan tanggung jawab.

Bagi generasi muda, pengalaman semacam itu dapat menjadi modal sosial yang tidak selalu diperoleh dari ruang kelas.

Amir menilai pengalaman tersebut harus dirawat dan dikembangkan setelah tugas sebagai Paskibra berakhir. Sebab, tantangan generasi muda ke depan jauh lebih kompleks. Mereka membutuhkan bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga karakter, daya tahan, kedisiplinan dan kemampuan bekerja bersama orang lain.

Di titik itulah Paskibra memiliki arti strategis.

Paskibra menjadi semacam ruang kecil untuk belajar tentang kehidupan dalam skala yang lebih besar: setiap orang memiliki posisi, setiap tugas memiliki konsekuensi, dan keberhasilan sebuah tujuan bergantung pada kemampuan seluruh anggota menjaga kepercayaan yang diberikan.

Menjemput Sakralnya 17 Agustus

Amir juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membina dan mempersiapkan para anggota Paskibra hingga sampai pada tahap pengukuhan.

Menurutnya, pengukuhan tersebut sekaligus menandai kesiapan mereka untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026.

“Harapannya tentu melalui pengukuhan hari ini, mereka ini sudah digembleng kurang lebih tiga bulan. Mudah-mudahan besok semuanya bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Kini, setelah melewati proses latihan panjang, tanggung jawab berada di pundak 80 putra-putri pilihan Kabupaten Fakfak tersebut.

Mereka bukan sekadar berdiri di tengah lapangan membawa Sang Merah Putih. Mereka membawa simbol dari sebuah perjalanan panjang bangsa sekaligus harapan orang tua, sekolah, pemerintah daerah dan masyarakat Fakfak.

Ketika bendera merah putih perlahan naik ke puncak tiang pada 17 Agustus, yang diuji bukan hanya ketepatan gerakan. Di sana terdapat tanggung jawab untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

Dan bagi Amir Rumbouw, pengalaman itu seharusnya tidak selesai bersama turunnya bendera.

Sebab, barisan Paskibra hari ini adalah bagian dari calon pemimpin Fakfak pada masa depan generasi yang diharapkan tumbuh dengan cinta tanah air, disiplin, tanggung jawab dan keberanian untuk menghadapi tantangan zamannya.
 

Writter & Editor : Den