Toleransi Jadi Kekuatan Maluku, Kejari Buru Sampaikan Pesan Kebersamaan di HUT GPM ke-91

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 07 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Toleransi Jadi Kekuatan Maluku, Kejari Buru Sampaikan Pesan Kebersamaan di HUT GPM ke-91

Toleransi Jadi Kekuatan Maluku, Kejari Buru Sampaikan Pesan Kebersamaan di HUT GPM ke-91

BURU SELATAN Kabarsulselindonesia.web.id — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM) di Jemaat Leksula, Klasis Buru Selatan, berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan, Minggu (6/9/2026).

Momentum perayaan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru Adri Notanubun, S.H., M.H. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap nilai-nilai kebersamaan dan kehidupan sosial-keagamaan yang selama ini menjadi bagian penting dari masyarakat Maluku.

Dalam kesempatan tersebut, Adri menyampaikan apresiasi terhadap kuatnya semangat toleransi antarumat beragama di Maluku. Menurutnya, keberagaman yang ada justru menjadi kekuatan ketika masyarakat mampu menjaga sikap saling menghormati dan bekerja sama.

   “Di Maluku ini punya kebersamaan dan toleransi keagamaan yang sangat diapresiasi, karena masyarakat selalu bahu-membahu,” ujar Adri.

Ia menilai semangat salingmembantu tersebut merupakan modal sosial yang perlu terus dirawat. Toleransi, kata dia, bukan sekadar slogan, tetapi tercermin melalui sikap masyarakat dalam membangun hubungan sosial di tengah perbedaan.

Perayaan HUT GPM ke-91 di Jemaat Leksula juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan refleksi atas perjalanan pelayanan gereja di tengah masyarakat.

Dengan mengusung semangat kebersamaan, perayaan tersebut diharapkan dapat semakin memperkokoh hubungan antara gereja, masyarakat, pemerintah, serta berbagai unsur lainnya dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan di Maluku.

Bagi Maluku yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman agama dan budaya, pesan toleransi tersebut memiliki arti strategis. Kebersamaan dan sikap saling menghargai menjadi fondasi penting untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap aman, damai, dan harmonis."tutup Notanubun.

Editor: Bruce Elang