Cek Kesehatan Gratis Menjangkau Ohoi, Dinkes Malra Didorong Buktikan Negara Hadir hingga Pelosok
Cek Kesehatan Gratis Menjangkau Ohoi, Dinkes Malra Didorong Buktikan Negara Hadir hingga Pelosok
MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Kesehatan kembali mendorong penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dilanjutkan dengan cek kesehatan gratis digelar di Ohoi Dunohan, Selasa (1/9/2026), dengan melibatkan masyarakat dari Ohoi Dunohan, Letman dan Sidnohoi.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 peserta dan menghadirkan dokter spesialis anak Dr. Medite Slatu serta dokter spesialis THT dr. Yati Etiyori untuk memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Muhsin Rahayaan, S.STP, M.Si, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit, perilaku hidup sehat, sekaligus memperluas akses pemeriksaan kesehatan.
Menurutnya, kegiatan dilaksanakan melalui senam, edukasi kesehatan dan pemeriksaan gratis oleh dokter spesialis. Pembiayaan kegiatan disebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik bidang kesehatan Tahun Anggaran 2026.
Namun, kegiatan tersebut semestinya tidak berhenti pada angka peserta dan berlangsungnya acara sehari. Ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya berapa banyak warga yang datang, tetapi berapa banyak masalah kesehatan yang berhasil ditemukan, ditindaklanjuti dan dicegah agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih berat.
Bukan Sekadar Seremoni
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebenarnya bukan program tanpa dasar. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat secara khusus mengarahkan pemerintah, termasuk gubernur dan bupati/wali kota, untuk memperkuat aktivitas fisik, perilaku hidup sehat, perbaikan gizi, pencegahan dan deteksi dini penyakit, kualitas lingkungan serta edukasi kesehatan.
Karena itu, pelaksanaan Germas di Maluku Tenggara harus dibaca lebih jauh: apakah setelah kegiatan selesai masyarakat benar-benar mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang berkelanjutan?
Pertanyaan tersebut penting karena masyarakat di wilayah ohoi membutuhkan pelayanan yang tidak hanya hadir ketika ada kegiatan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan pemeriksaan, pengobatan, rujukan maupun pendampingan kesehatan.
Semangat tersebut sejalan dengan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menempatkan pembangunan kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menjamin hak masyarakat atas kehidupan yang sehat dan sejahtera.
Dinkes Dituntut Ukur Dampaknya
Dengan dukungan anggaran negara melalui DAK Nonfisik, publik tentu berhak mengetahui output dan outcome dari kegiatan tersebut.
Output-nya mungkin mudah dihitung: jumlah peserta, jumlah pemeriksaan dan jenis pelayanan yang diberikan.
Tetapi outcome jauh lebih penting: berapa warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan, berapa yang mendapatkan tindak lanjut, berapa yang harus dirujuk, dan bagaimana Dinas Kesehatan memastikan pasien tidak berhenti setelah pemeriksaan gratis selesai.
Di sinilah pemerintah daerah dituntut bekerja lebih serius.
Jangan sampai cek kesehatan gratis hanya menjadi kegiatan seremonial yang selesai ketika tenda dibongkar dan para pejabat meninggalkan lokasi.
Pelayanan kesehatan yang baik harus meninggalkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Apalagi kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis. Momentum seperti ini seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan memastikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan lanjutan memperoleh akses rujukan secara jelas.
Negara Harus Hadir Sampai Ohoi
Kehadiran pemerintah di Dunohan, Letman dan Sidnohoi patut diapresiasi. Namun apresiasi tersebut harus disertai tuntutan agar pelayanan kesehatan terus diperkuat.
Masyarakat tidak hanya membutuhkan slogan “hidup sehat”, tetapi juga membutuhkan akses pelayanan yang mudah, tenaga kesehatan yang tersedia, obat yang memadai, sistem rujukan yang jelas dan tindak lanjut bagi warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan.
Dengan demikian, Germas benar-benar menjadi gerakan masyarakat, bukan sekadar agenda pemerintah.
Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara dalam laporannya juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat.
Pernyataan itu sejalan dengan semangat Inpres Nomor 1 Tahun 2017 yang memang menempatkan pencegahan dan deteksi dini penyakit serta edukasi hidup sehat sebagai bagian penting Germas.
Kini pekerjaan berikutnya adalah membuktikan bahwa kegiatan tersebut benar-benar menghasilkan perubahan.
Sebab, masyarakat tidak membutuhkan kegiatan yang sekadar ramai ketika dibuka.
Masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang hadir ketika mereka membutuhkan.
Dan di situlah sesungguhnya makna negara hadir hingga ke pelosok ohoi.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook