MIMIKA KAYA SDA, TAPI TAK AKAN MAJU TANPA SISTEM KUAT: YOWAN SOROT TATA KELOLA DAN KEBocoran ANGGARAN
MIMIKA KAYA SDA, TAPI TAK AKAN MAJU TANPA SISTEM KUAT: YOWAN SOROT TATA KELOLA DAN KEBocoran ANGGARAN
TIMIKA, PAPUA TENGAH Kabarsulselindonesia.web.id — Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, APBD besar, bonus demografi, hingga peluang ekonomi digital tidak otomatis membuat sebuah daerah menjadi maju dan masyarakatnya sejahtera.
Di balik besarnya potensi, ada satu persoalan yang jauh lebih menentukan: seberapa kuat sistem pemerintahan dibangun dan dijalankan.11/08/2026
Pandangan tersebut disampaikan Yohanis Wantik (Yowan), politisi Papua dan mantan anggota DPRD Mimika, yang menilai Mimika tidak boleh terjebak pada kebanggaan terhadap besarnya potensi daerah tanpa membenahi fondasi tata kelola pemerintahan.
Menurut Yowan, kekayaan alam hanya akan menjadi angka dan potensi di atas kertas apabila tidak ditopang pemerintahan yang transparan, akuntabel, profesional, dan berintegritas.
“Potensi sebesar apa pun tidak akan otomatis membuat daerah kaya dan rakyat sejahtera. Kalau sistemnya lemah, pengawasan tidak kuat, dan kebijakan tidak tepat sasaran, maka kekayaan daerah tidak akan sepenuhnya dirasakan masyarakat,” tegas Yowan.
Ia mengatakan, suara masyarakat di akar rumput harus menjadi perhatian serius pemerintah. Dari apa yang ia lihat dan dengar di lapangan, menurut Yowan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam tata kelola yang tidak boleh dianggap remeh.
Ia menyoroti potensi kebocoran anggaran, lemahnya pengawasan, birokrasi yang tidak efektif, serta praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) dan suap sebagai persoalan yang, apabila terjadi dan tidak dicegah, dapat menggerus manfaat pembangunan.
“Kita tidak boleh membangun Mimika hanya dengan mengandalkan kekayaan SDA. Kita harus membangun sistem. Anggaran harus jelas, kebijakan harus tepat sasaran, pengawasan harus kuat, dan setiap rupiah uang rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Jangan Sampai Rakyat Hanya Menonton
Yowan menegaskan, ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata-mata tingginya APBD atau besarnya nilai investasi yang masuk. Ukuran paling penting, kata dia, adalah seberapa besar pembangunan mampu mengubah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan rakyat, bukan berhenti pada dokumen perencanaan, laporan administratif, atau sekadar angka-angka pencapaian.
Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya tata kelola dapat berdampak panjang terhadap kepercayaan publik, iklim investasi, pemerataan pembangunan, dan kesenjangan sosial.
“Jangan sampai Mimika dikenal sebagai daerah kaya sumber daya, tetapi rakyatnya hanya menjadi penonton. Kekayaan daerah harus kembali menjadi kekuatan untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Reformasi Tata Kelola Harus Jadi Prioritas
Karena itu, Yowan mendorong pemerintah daerah menjadikan reformasi tata kelola pemerintahan sebagai salah satu agenda utama pembangunan Mimika.
Ia meminta pengawasan diperkuat, keterbukaan informasi publik diperluas, birokrasi dibenahi, serta setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Menurutnya, kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi.
Yowan menilai sejarah pembangunan di berbagai daerah menunjukkan bahwa kekayaan SDA bukan satu-satunya penentu kemajuan. Daerah dengan sumber daya besar tetap dapat tertinggal apabila tidak memiliki institusi yang kuat dan sistem pemerintahan yang mampu mengelola kekayaan tersebut secara bertanggung jawab.
“Mimika tidak kekurangan potensi. Yang harus kita pastikan adalah sistemnya kuat. Kalau sistem kuat, potensi alam, bonus demografi, APBD dan ekonomi digital bisa menjadi mesin pertumbuhan. Tetapi kalau sistem lemah, potensi sebesar apa pun bisa kehilangan manfaatnya bagi rakyat,” tegasnya.
Yowan mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Mimika—pemerintah, DPRK, aparat pengawasan, tokoh masyarakat, dunia usaha, pemuda, hingga masyarakat sipil—bersama-sama membangun pemerintahan yang bersih dan profesional.
Baginya, integritas bukan slogan, transparansi bukan pilihan, dan pengawasan bukan sekadar formalitas.
Ketiganya harus menjadi fondasi jika Mimika ingin benar-benar bergerak menuju daerah yang maju dan sejahtera
“Kita ingin Mimika bukan hanya kaya di atas kertas. Kita ingin kekayaan Mimika benar-benar terasa dalam kehidupan rakyat. Inilah jalan menuju Mimika EMAS 45,” pungkas Yowan.
TIMIKA, 11 AGUSTUS 2026
YOHANIS WANTIK (YOWAN)
Editor: Bruce Elang
?? MIMIKA EMAS 45 — KAYA POTENSI, KUAT SISTEM, SEJAHTERA RAKYAT.

























Komentar via Facebook