Hardiknas Malra 2026: Antara Sawat dan “Michael Jackson”, Bupati Tekankan Identitas Budaya dan Realitas Ekonomi
LANGGUR,Kabarsulsel-Indonesia.com. Panggung Hari Pendidikan Nasional 2026 di Maluku Tenggara tahun ini bukan sekadar seremoni. Festival yang digelar di Langgur berubah menjadi etalase tegas tentang siapa masyarakat Kei—dan ke mana mereka ingin melangkah.
Di hadapan peserta, Bupati Maluku Tenggara secara lugas menegaskan: modernitas boleh masuk, tetapi identitas tidak boleh tergeser. Dari tarian tradisional sawat hingga penampilan bergaya Michael Jackson, ia melihat satu pesan jelas—budaya lokal masih hidup, tapi sedang diuji oleh zaman.
“Bahasa boleh berbeda, logat berbeda, tetapi kita tetap satu. Ini kekuatan orang Kei,” tegasnya, menggarisbawahi bahwa keberagaman bukan alasan perpecahan, melainkan fondasi persatuan.
Namun, sorotan tidak berhenti di panggung budaya. Bupati juga menyinggung langsung realitas ekonomi rakyat. Ia menilai banyak produk UMKM lokal punya kualitas, tetapi sering gagal bersaing karena harga yang tidak terjangkau.
Pesannya tajam dan tanpa basa-basi: kalau ingin produk laku, jangan mematok harga tinggi.
Ia mendorong agar Dewan Kerajinan Nasional Daerah tidak sekadar menjadi simbol, tetapi benar-benar berfungsi sebagai jalur distribusi bagi produk lokal yang layak jual. Tanpa itu, menurutnya, UMKM hanya akan berputar di tempat—ramai di pameran, sepi di pasar.
Dalam festival tersebut, inovasi pelajar juga ikut disorot, termasuk produk sabun berbahan dasar minyak kelapa. Bupati bahkan langsung membeli produk-produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata, bukan sekadar seremoni.
Kehadiran pejabat daerah hingga masyarakat luas menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan acara biasa. Ini adalah cermin: tentang budaya yang ingin dipertahankan, dan ekonomi yang masih harus diperjuangkan.
Hardiknas di Maluku Tenggara tahun ini pada akhirnya menyampaikan pesan yang lebih dalam—pendidikan tidak cukup hanya mencerdaskan, tetapi juga harus membumi, menghidupkan budaya, dan menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat.
(Elang)

























Komentar via Facebook