SENI DAN BUDAYA JADI SENJATA PREVENTIF LAWAN NARKOBA, ANANDA BERSINAR BNNP JABAR TEMBUS FINAL

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

SENI DAN BUDAYA JADI SENJATA PREVENTIF LAWAN NARKOBA, ANANDA BERSINAR BNNP JABAR TEMBUS FINAL

SENI DAN BUDAYA JADI SENJATA PREVENTIF LAWAN NARKOBA, ANANDA BERSINAR BNNP JABAR TEMBUS FINAL

BANDUNG Kabarsulselindonesia.web.id — Perang melawan narkoba tidak selalu harus dilakukan dengan pendekatan penindakan. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) memilih jalur yang lebih dekat dengan generasi muda: seni dan budaya.

Melalui program Ananda Bersinar, BNNP Jabar mendorong pelajar dan masyarakat untuk menjadikan kreativitas sebagai benteng menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika. Pesan pencegahan dikemas melalui karya seni dan budaya agar edukasi antinarkoba tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat diterima dan tumbuh di lingkungan generasi muda.

Kepala BNNP Jawa Barat, Brigjen Pol Pudjo Sulistyo, menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki kekuatan untuk membangun kesadaran sekaligus mengarahkan energi anak muda kepada kegiatan yang positif dan produktif.

 “Seni dan budaya asli Indonesia melalui program Ananda Bersinar ini efektif mencegah dan mengajak anak-anak muda di Jawa Barat berkarya. Sehingga mereka terhindar dari pergaulan yang tidak baik dan narkoba.”» 4/9/26

Menurut Pudjo, pendekatan budaya menjadi salah satu cara strategis untuk mendekatkan pesan bahaya narkoba kepada generasi muda.

 “Dengan budaya, kita mudah masuk ke hati generasi muda agar mereka clean and clear dari bahaya rongrongan musuh negara yaitu narkoba.”»

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ancaman narkoba tidak hanya menyangkut persoalan hukum, tetapi juga menyentuh masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan melibatkan lingkungan pendidikan, keluarga, komunitas, serta ruang-ruang kreativitas.

16 Kelompok Siap Berebut Panggung Final

Program Ananda Bersinar kini memasuki tahap akhir. Sebanyak 16 kelompok, terdiri atas 8 kelompok pelajar dan 8 kelompok umum, dipastikan melaju ke babak final.

Babak final dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2026 di Gedung YKB (Yayasan Kebudayaan Bandung), Braga, Kota Bandung.

Para finalis akan menampilkan karya terbaik mereka dalam sebuah panggung yang bukan sekadar kompetisi seni, tetapi juga menjadi ruang kampanye kreatif untuk memperkuat pesan bahwa generasi muda dapat melawan ancaman narkoba melalui prestasi, kreativitas, dan pelestarian budaya.

Di tengah tantangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang terus mengancam kelompok usia produktif, pendekatan semacam ini menjadi penting. Generasi muda tidak cukup hanya diberi peringatan tentang bahaya narkoba; mereka juga harus diberi ruang untuk berkarya, berprestasi, dan menemukan lingkungan positif.

Melalui Ananda Bersinar, BNNP Jabar menunjukkan bahwa pencegahan narkoba dapat dibangun dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan masyarakat: budaya, kreativitas, dan keberanian anak muda untuk memilih masa depan yang lebih baik.

Editor: Bruce Elang