GMKI Timika Bongkar Modus Penipu Berkedok Aktifis Mahasiswa
GMKI Timika Bongkar Modus Penipu Berkedok Aktifis Mahasiswa
TIMIKA, Kabarsulselindonesia.web.id – Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) Timika mengecam keras aksi pencatutan nama Ketua Cabang GMKI Timika, Luis Fernando, yang diduga digunakan sebagai alat untuk membangun akses ke lingkaran pejabat dan menjalankan modus penipuan dengan mengatasnamakan organisasi mahasiswa.
Berdasarkan bukti digital yang dikantongi GMKI Timika, pelaku menggunakan nomor +62 823-4204-8729 dengan memasang logo dan identitas GMKI guna meyakinkan calon korban. Modus yang digunakan terbilang sistematis, dimulai dengan membangun komunikasi kepada sejumlah figur strategis, termasuk anggota DPRD, sebelum meminta nomor kontak pejabat daerah hingga mengarah pada permintaan bantuan materi dan finansial.24/06/2026
Bagi GMKI Timika, tindakan tersebut bukan sekadar ulah oknum yang mencari keuntungan sesaat, melainkan bentuk manipulasi identitas organisasi yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa.
Ketua BPC GMKI Timika, Luis Fernando, menegaskan bahwa nomor tersebut tidak memiliki hubungan apa pun dengan dirinya maupun pengurus organisasi.
"Nomor itu palsu. Itu bukan milik Ketua Cabang ataupun pengurus GMKI Timika. Siapa pun yang menggunakan identitas GMKI untuk meminta akses, fasilitas, bantuan, atau keuntungan tertentu sedang melakukan tindakan yang tidak sah dan menyesatkan publik," tegas Luis.
GMKI Timika menilai pelaku sengaja memanfaatkan nama organisasi untuk memperoleh legitimasi dan membangun kepercayaan dari calon korban. Karena itu, organisasi meminta seluruh pejabat publik, pimpinan OPD, anggota DPRD, tokoh masyarakat, mitra kerja, alumni, dan masyarakat luas agar tidak merespons komunikasi yang berasal dari nomor tersebut.
Organisasi juga menegaskan bahwa GMKI memiliki mekanisme administrasi resmi dan tidak pernah menjalankan praktik lobi pribadi, komunikasi transaksional, maupun permintaan bantuan dana melalui pesan singkat kepada pejabat atau pihak mana pun.
"GMKI bukan organisasi yang bekerja dengan cara-cara belakang layar. Semua komunikasi organisasi dilakukan secara resmi, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika ada yang mengatasnamakan GMKI untuk meminta uang atau bantuan pribadi, itu bukan bagian dari organisasi kami," tegasnya.
Lebih lanjut, Luis Fernando menyebut tindakan tersebut sebagai ancaman terhadap integritas lembaga dan upaya mencederai marwah organisasi mahasiswa yang selama ini berdiri sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial di tengah masyarakat Mimika.
"Tindakan ini bukan sekadar penipuan biasa. Ini adalah manipulasi informasi yang menyerang kredibilitas organisasi dan berusaha memanfaatkan kepercayaan publik untuk kepentingan pribadi. Kami tidak akan membiarkan ruang publik dicemari oleh praktik-praktik transaksional yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa," katanya.
Saat ini BPC GMKI Timika tengah mengamankan seluruh jejak digital yang berkaitan dengan aktivitas pelaku serta melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum guna menyiapkan langkah hukum yang diperlukan.
Organisasi juga mengimbau siapa pun yang pernah dihubungi oleh nomor tersebut agar segera mengabaikan, memblokir, serta melaporkannya guna mencegah munculnya korban baru.
"Siapa pun yang bermain-main dengan nama organisasi untuk menipu masyarakat harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ruang publik harus dibersihkan dari praktik-praktik manipulatif semacam ini," tutup Luis Fernando.
GMKI Timika turut menyampaikan apresiasi kepada jaringan Cipayung, para alumni, serta insan pers di Mimika yang telah membantu menyebarluaskan klarifikasi sehingga masyarakat tidak menjadi korban dari modus yang mengatasnamakan organisasi mahasiswa tersebut.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook