HEBOH ANTREAN MINYAK TANAH DI TIMIKA! WARGA MENJERIT, DISTRIBUSI AGEN JALAN PATTIMURA DIPERTANYAKAN
HEBOH ANTREAN MINYAK TANAH DI TIMIKA! WARGA MENJERIT, DISTRIBUSI AGEN JALAN PATTIMURA DIPERTANYAKAN
Timika Kabarsulselindonesia.web.id – Keluhan keras datang dari masyarakat terkait pelayanan salah satu agen minyak tanah di Jalan Pattimura Ujung Jalur 2, belakang Reihan. Warga mengaku kecewa karena telah mengantre sejak pagi hingga sore demi mendapatkan minyak tanah bersubsidi, namun harus pulang tanpa membawa satu liter pun.22/06/2026
Menurut pengakuan warga yang berada di lokasi, pihak agen lebih dahulu melayani masyarakat yang memiliki buku atau kartu minyak tanah. Setelah seluruh pemegang kartu selesai dilayani, pihak agen kemudian mengumumkan bahwa stok minyak tanah telah habis.
Namun, pengumuman tersebut justru memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga. Sejumlah masyarakat mengaku masih melihat adanya persediaan minyak tanah di lokasi yang menurut mereka diduga masih dapat melayani masyarakat lainnya. Tak lama setelah pengumuman stok habis, tempat penyimpanan minyak tanah serta pagar agen disebut langsung ditutup dan dikunci menggunakan gembok.
Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat kecil yang telah menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean.
"Kami datang sejak pagi, menunggu sampai sore dengan harapan mendapatkan minyak tanah untuk kebutuhan memasak keluarga. Tetapi akhirnya kami disuruh pulang karena katanya stok habis. Padahal ada warga yang melihat masih ada minyak di dalam. Kami minta pemerintah turun mengecek agar semuanya jelas," ujar salah seorang warga.
Masyarakat kini meminta Pemerintah Kabupaten Mimika, dinas terkait, serta aparat pengawas distribusi bahan bakar agar segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan memastikan proses penyaluran minyak tanah bersubsidi berjalan sesuai aturan.
Bagi warga, minyak tanah bukan sekadar barang dagangan, melainkan kebutuhan utama rumah tangga. Karena itu, distribusinya harus dilakukan secara terbuka, adil, dan tepat sasaran, sehingga tidak menimbulkan dugaan penyimpangan maupun keresahan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak agen minyak tanah di Jalan Pattimura Ujung Jalur 2 belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
"Jangan sampai rakyat kecil yang antre berjam-jam justru menjadi korban akibat distribusi yang tidak jelas. Transparansi dan pengawasan harus ditegakkan."
Penulis : Gunawan F
Editor. : Bruce Elang

























Komentar via Facebook