Syukuran di Fakfak: Dari Anjungan Migas hingga Prestasi Keagamaan, Bupati Samaun Siapkan Bonus Rp1 Miliar bagi Duta Daerah
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Halaman Rumah Negara Bupati Fakfak, Jumat malam (17/7/2026), dipenuhi suasana syukur. Pemerintah Kabupaten Fakfak menggelar doa bersama atas dua capaian yang dinilai menjadi tonggak penting perjalanan daerah: di mulainya pemasangan rangka anjungan (jacket) pada lokasi UBA dan UBB di Distrik Arguni sebagai bagian dari pengembangan sektor migas, serta keberhasilan kontingen MTQ, Pesparawi, dan Pesparani mengharumkan nama Fakfak pada berbagai ajang tingkat provinsi maupun nasional sepanjang 2026.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Fakfak Drs. Donatus Nimbitkendik, M.T., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, tokoh agama dari berbagai denominasi, serta para peserta MTQ, Pesparawi, dan Pesparani yang menjadi duta Kabupaten Fakfak.
Dalam sambutannya, Bupati Fakfak Samaun Dahlan menegaskan bahwa syukuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan ungkapan rasa syukur atas ikhtiar panjang pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam membuka ruang-ruang baru bagi kemajuan daerah.
Menurutnya, keberhasilan pemasangan rangka anjungan di wilayah Arguni merupakan langkah strategis yang akan menentukan masa depan perekonomian Fakfak. Sektor migas, kata dia, diharapkan menjadi salah satu sumber peningkatan pendapatan daerah yang pada akhirnya akan bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
"Semua proses yang telah dilalui merupakan hasil kerja keras bersama. Kini kita bersyukur sekaligus memanjatkan doa agar seluruh tahapan berikutnya berjalan lancar, investasi dapat berkembang, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Fakfak," ujar Samaun.
Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus mengawal setiap proses pengembangan investasi strategis agar memberikan nilai tambah bagi daerah tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.
Selain mensyukuri perkembangan sektor migas, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga memberikan penghormatan kepada para duta daerah yang sukses menorehkan prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Pesparawi, dan Pesparani.
Bupati menyebut capaian para kontingen tahun ini memiliki arti yang sangat istimewa. Salah satunya adalah keberhasilan Kafilah MTQ Kabupaten Fakfak yang kembali meraih prestasi membanggakan setelah penantian panjang selama hampir dua dekade. Prestasi tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kontingen Pesparawi dan Pesparani yang dinilai telah memperlihatkan semangat juang tinggi serta membawa nama baik Fakfak di tingkat yang lebih luas.
"Saudara-saudara telah menjadi wajah terbaik Kabupaten Fakfak. Prestasi ini bukan hanya milik peserta, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat," katanya.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak menyiapkan bonus pembinaan dengan total nilai mencapai Rp1 miliar.
Rinciannya, Pemerintah Kabupaten Fakfak memberikan Rp400 juta kepada Kafilah MTQ, Rp300 juta kepada kontingen Pesparani, dan Rp300 juta kepada kontingen Pesparawi.
Menurut Samaun, penghargaan itu merupakan investasi pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia berharap bonus tersebut menjadi penyemangat bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus mempertahankan prestasi yang telah diraih.
"Penghargaan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah kepada putra-putri terbaik daerah. Kami ingin prestasi tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi tradisi yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.
Bupati juga mendorong agar ke depan pembinaan tidak hanya mengandalkan dukungan pemerintah daerah, tetapi turut melibatkan dunia usaha dan berbagai pihak melalui kemitraan maupun sponsorship sehingga pembinaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Samaun mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat persatuan dalam membangun Fakfak. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi melalui sektor strategis seperti migas harus berjalan beriringan dengan pembangunan karakter, budaya, dan kehidupan beragama.
Baginya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan prestasi.
Malam syukuran itu menjadi simbol pertemuan dua kekuatan pembangunan Fakfak: optimisme terhadap masa depan ekonomi melalui pengembangan sektor migas, dan kebanggaan atas prestasi putra-putri daerah di bidang keagamaan. Dua capaian yang, menurut Pemerintah Kabupaten Fakfak, merupakan fondasi penting menuju Fakfak yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook