Dari CPNS hingga Wakil Bupati, Petrus Beruatwarin Ukir Rekam Jejak Panjang Membangun Maluku Tenggara
Dari CPNS hingga Wakil Bupati, Petrus Beruatwarin Ukir Rekam Jejak Panjang Membangun Maluku Tenggara
MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id – Tidak banyak aparatur sipil negara yang mampu menapaki hampir seluruh jenjang karier pemerintahan, mulai dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pejabat teknis, kepala dinas, pendiri perguruan tinggi, Sekretaris Daerah, hingga dipercaya masyarakat menjadi Wakil Bupati. Rekam jejak panjang itu menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si.
Karier pengabdiannya dimulai pada tahun 1990 ketika resmi diangkat sebagai CPNS di Kabupaten Maluku Tenggara, setelah sebelumnya menyelesaikan pendidikan Sarjana Kelautan dan Perikanan di Universitas Pattimura Ambon pada tahun 1986.
Semangat meningkatkan kapasitas diri terus ia tunjukkan dengan melanjutkan pendidikan Magister Perencanaan Pengembangan Wilayah (PPW) di Universitas Hasanuddin Makassar dan berhasil meraih gelar magister pada tahun 1995.
Sekembalinya ke Maluku Tenggara, Petrus dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), di antaranya sebagai Kepala Bidang Data dan Pelaporan serta Kepala Bidang Sosial Budaya.27/06/2026
Merintis Pendidikan Tinggi Perikanan di Maluku Tenggara
Di tengah keterbatasan akses pendidikan tinggi pada saat itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggagas berdirinya Akademi Perikanan Larvul Ngabal sebagai cikal bakal pendidikan tinggi bidang perikanan di wilayah tenggara Maluku.
Atas kepercayaan Bupati Drs. H. A. Rahayaan dan Sekretaris Daerah Drs. Piet Far-Far, Petrus Beruatwarin ditunjuk sebagai Direktur pertama akademi tersebut pada periode 1997–2004.
Di bawah kepemimpinannya, Akademi Perikanan Larvul Ngabal berhasil meluluskan angkatan pertama pada tahun 2001, menjadi tonggak sejarah lahirnya pendidikan tinggi perikanan di kawasan tersebut.
Perjuangan itu mencapai titik penting ketika pada 18 Agustus 2004, akademi tersebut resmi dinegerikan menjadi Politeknik Perikanan Negeri Tual atas dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang saat itu dipimpin Herman Adrian Koedoeboen, S.H.
Politeknik tersebut tercatat sebagai Politeknik ke-26 di Indonesia sekaligus Politeknik Perikanan Negeri pertama di Indonesia, yang kemudian menjadi salah satu fondasi berkembangnya pendidikan tinggi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Mencapai Puncak Karier Birokrasi
Selain berkiprah di dunia pendidikan, Petrus Beruatwarin juga dipercaya memimpin Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara.
Puncak karier birokrasinya diraih ketika menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara selama sepuluh tahun, yakni periode 2008–2018, mendampingi Bupati Ir. Anderias Rentanubun dan Wakil Bupati Drs. Yunus Serang, M.Si.
Jabatan Sekretaris Daerah merupakan posisi tertinggi dalam karier aparatur sipil negara di daerah yang menuntut integritas, pengalaman, serta kemampuan mengoordinasikan jalannya pemerintahan secara profesional.
Melanjutkan Pengabdian Melalui Jalur Politik
Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai birokrat, Petrus Beruatwarin memilih mengundurkan diri sebagai ASN pada tahun 2018 untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Maluku Tenggara bersama Drs. H. Muhamad Thaher Hanubun.
Kepercayaan masyarakat kemudian mengantarkan pasangan tersebut memimpin Kabupaten Maluku Tenggara sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2018–2023.
Perjalanan dari seorang CPNS hingga menjadi Wakil Bupati mencerminkan rekam jejak pengabdian yang dibangun melalui pengalaman birokrasi, kepemimpinan, serta kontribusi di bidang pemerintahan dan pendidikan tinggi.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook