Hadiri Festival Jukulele, Kepala Kanwil Kemenkumham Maluku: Hak Cipta Lagu dan Musik Kini Gratis
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Maluku, Saiful Sahri Norman, menghadiri pembukaan Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Taman Budaya Karang Panjang, Senin (10/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan kabar gembira sekaligus informasi penting terkait perlindungan karya cipta seni dan potensi kekayaan khas Maluku.
Saiful menyampaikan bahwa sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2026, per 1 Agustus 2026, biaya pendaftaran Hak Cipta Ciptaan Musik dan Lagu kini dihapuskan alias GRATIS.
"Bapak, Ibu, Saudara sekalian yang memiliki karya lagu atau musik, silakan datang ke Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku di Talake. Cukup datang, prosesnya selesai dalam 10 menit. Tanpa biaya, tanpa pungutan," tegas Saiful, mengundang para pencipta lagu dan musisi agar segera melindungi karyanya.
-Tiga Kekayaan Maluku Sudah Miliki Indikasi Geografis
Tak hanya soal hak cipta musik, Saiful juga memaparkan bahwa saat ini telah ada tiga komoditas khas Maluku yang telah resmi memiliki perlindungan Indikasi Geografis (IG):
1. Kain Tenun Tanimbar – Karya tenun khas Kepulauan Tanimbar yang coraknya sudah dikenal luas;
2. Pala Banda – Telah diakui dunia, bahkan tim Kemenkumham telah turun langsung ke Banda dan menyerahkan piagam penetapan kepada Camat Kepulauan Banda di Desa Lontor;
3. Tenun Ikat Daisuli Wondri – Khas Maluku Barat Daya, yang baru saja diserahkan pengakuan indikasi geografisnya langsung kepada Bupati Maluku Barat Daya.
Ia berharap kain tenun khas Kota Ambon dan produk unggulan lainnya segera menyusul didaftarkan, mengingat setiap daerah memiliki motif, corak, dan keunikan yang layak dilindungi.
-Kopi Tuni: Sedang Diteliti, Diduga Jenis Baru Dunia
Terkait harapan agar Kopi Tuni juga mendapat pengakuan indikasi geografis, Saiful menjelaskan bahwa tim peneliti dari Jember dan Jombang telah turun langsung ke lapangan. Secara awal, bentuk dan karakteristiknya mengarah ke jenis Robusta. Namun, berdasarkan uji rasa dan kajian lanjutan, diduga kuat Kopi Tuni adalah jenis baru yang belum pernah tercatat di dunia.
"Saat ini masih menunggu keputusan akhir. Tidak bisa hanya berdasarkan cerita, harus ada bukti ilmiah yang sah. Namun hasil uji rasa sudah menunjukkan perbedaan yang nyata. Kami optimis, ini bisa menjadi temuan baru yang membanggakan Maluku," ungkapnya.
-Musik Bahan Batu, Bukti Kreativitas Anak Maluku
Saiful juga mengingatkan keberhasilan putra daerah, Promafendus, mahasiswa Doktor IAKN yang sedang menuntaskan studi di ISI Surakarta. Ia berhasil menciptakan alat musik berbahan batu yang ditemukan di pesisir Teluti, yang disusun hingga menghasilkan tangga nada utuh dan telah dipentaskan dalam konser musik akustik. Hak cipta karya tersebut pun telah diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Maluku atas nama Menteri Hukum dan HAM.
"Inilah bukti kreativitas anak Maluku. Dan hak ciptanya sudah terlindungi. Oleh karena itu, saya kembali mengajak para pencipta lagu, musisi, dan seniman, jangan ragu mendaftarkan karyanya. Sekarang gratis, prosesnya cepat. Lindungi karyamu, lindungi karyamu sendiri," ajak Saiful di akhir sambutannya.
(M.N)

























Komentar via Facebook